Sudah Buka Pendaftaran, Bangunan SMK Justitia Justru Belum Rampung

Pekerjaan Rekonstruksi Fasilitas Pendidikan Dasar Fase 18 Diragukan Selesai Tepat Waktu

- Periklanan -

PALU – Pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Pendidikan Dasar Fase 18 yang tercatat mengerjakan sekitar 19 sekolah yang tersebar di wilayah Palu dan Donggala, diragukan pembangunannya akan selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja.

Salah satu pembangunan yang terpantau adalah pembangunan SMK Justitia Palu Jalan Dr. Andi Matullada Kelurahan Tondo. Pantauan Radar Sulteng, SMK Justitia berdasarkan papan proyek, dikerjakan tanggal kontrak 5 Juni 2020 dengan waktu pelaksanaan 210 hari kalender. “Ini sekolah sudah ada pengumuman membuka pendaftaran siswa baru. Tapi, sekolahnya belum selesai,” kata salah seorang warga sekitar, Minggu (4/7).

Dengan waktu penyelesaian kontrak kerja 210 hari yang saat ini sudah memasuki Juli 2021 menjadi pertanyaan apakah pekerjaan bisa selesai tempat waktu?

Untuk memastikan progres pekerjaan proyek tersebut Radar Sulteng melihat langsung pembangunan SMK Justitia Palu. Dari jalan pintu masuk justru sudah terpasang pengumuman penerimaan siswa baru tahun ajaran 2020/2021.

Sementara gedung sekolah yang terbagi dua gedung tampak belum rampung. Beberapa material seperti pasir, bahan lainnya masih tertumpuk di depan gedung. Pada bagian gedung belum terlihat diplafon dan lantai depan bangunan belum ditegel, jendela dan pintu juga tampak belum terpasang.

Sementara berdasarkan data Radar Sulteng, Pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Pendidikan Dasar Fase 18 merupakan paket pekerjaan untuk 19 sekolah yang tersebar di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

- Periklanan -

Sumber dana paket pekerjaan sekolah itu bersumber dari Bank Dunia sebesar Rp 37 miliar lebih dan pelaksana pekerjaan PT. Sentra Multikarya Infrastruktur. Dengan Konsultan pelaksana, TMC CERC PT. Yodya Karya.

19 sekolah yang merupakan bagian paket Nama pekerjaan sekolah Pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Pendidikan Dasar Fase 18, yakni, MTsS Alkhairat Bobo Kabupaten Sigi, MTsS Alhasanaat Kaleke Kabupaten Sigi, MTsS Alkhairat Balamoa Kabupaten Sigi, MIS Alkhairat Bangga Kabupaten Sigi, MTsS Nidaul Khairaat Pombewe, SD Islam Terpadu Insan Gemilang, RA Darul Iman, SD Inpres Buluri Kota Palu, SD Swasta Al Akbar, MTsS Walisongo Palu, SD Islam Iqra Petobo, SDN 1 Petobo, SDN 2 Petobo, SDN Inpres Petobo, SMKS Justitia Palu, TK Annisaul Khairat, TK KT Bamba, TK Nosarara dan MTsN 3 Kota Palu.

Sumber Radar Sulteng menyebutkan, ada pekerjaan sekolah tersebut diragukan akan selesai sesuai masa kontrak kerja yang ditetapkan. Misalnya SMK Justitia Palu dari fisik bangunannya seharusnya saat ini sudah masuk tahap finishing, tapi plafon dan beberapa lantai belum ditegel.

Selain itu juga pembangunan MTsS Alkhairat Bobo Kabupaten Sigi per Juni 2021 terpantau pembangunan fisik sekolah belum diatap, lantai belum ditegel, pintu dan jendela belum terpasang.

Bahkan menurut sumber yang minta tidak menyebutkan identitasnya, ada satu sekolah yang di wilayah Desa Balamo Sigi yang dikabarkan belum ada pembangunan, karena lokasi pembangunan ternyata lahannya bermasalah. “Kalau dikunjungi semua 19 sekolah dalam paket pekerjaan itu masih banyak kekurungan dan sangat diragukan akan selesai tepat pada waktu masa kontrak,” ujarnya.

Sementara upaya konfirmasi Radar Sulteng melalui PPK Pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Pendidikan Dasar Fase 18, Rachman Dg Tinri, sejak Jumat 2 Juli hingga 4 Juli 2021 belum mendapat penjelasan. Dihubungi via WhatsApp, Rachman hanya membaca pesan konfirmasi. Bahkan hanya mengirimkan foto sebuah bangunan bagian dalam yang sudah tampak ditegel, tanpa memberikan penjelasan. Bahkan upaya untuk meminta waktu dikonfirmasi via telepon juga belum direspons yang bersangkutan. (win/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.