Sudah 140 Hari Beraksi di Medan Bencana

- Periklanan -

PALU-Telah 140 hari pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala), memporakporandakan semua fasilitas dan infrastruktur serta
memutuskan semua akses pekerjaan warga, mulai dari rusaknya beberapa irigasi yang berdampak pada kurangnya asupan air atau debit air ke sawah ladang pertanian berimplikasi pada hilangnya pekerjaan
warga yang sehari harinya bercocok tanam.

Gempa bumi dan tsunami berdampak pula pada kesinambungan hidup para nelayan yang tinggal di pesisir pantai barat dan Banawa Selatan, tempat tinggal dan perahu yang mereka gunakan melaut rusak parah.

Menyikapi hal tersebut Komandan Korem (Danrem) 132 Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita, dibantu kendali logistiknya Mayor Inf Mutakbir dan Lettu Edy Sriyanto sebagai kepala gudang, terus melakukan penyaluran logistik di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

- Periklanan -

Dihari yang ke 140 pasca bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi, perwira menengah jebolan Komando Pasukan Khusus (Kopasus) ini terus berkiprah memenuhi kebutuhan logistik melalui relawan mitra korem 132 yang meliputi relawan Pasigala Moh Raslin, relawan dari Pemprov Sulteng Devantrigao Soerjanto SE, relawan AABI Bagus Budiono SKom, relawan peduli kemanusiaan Winda Rahayu, Vony Sonith, Lucyana Sonith, Cemara Peduli Mutawakil, IAIN, Caper Kawatuna, dan relawan Dewy
Suryani.

Pria kelahiran Cimahi Bandung 14 Agustus 1971 ini memiliki karir yang cemerlang di dunia militer. Sebelum menjabat Danrem 132 Tadulako, jebolan Akademi Militer (Akmil) 1993 ini, telah menjabat Komandan
Pusat Pendidikan Kopasus (Pusdiksus), serta perwira menengah ahli Kopasus.

Selama 140 hari pasca bencana, Danrem 132 Kolonel Inf Agus Sasmita telah menyalurkan bantuan logistik tahap kedua pada 1 Januari sampai dengan saat ini, sudah menyentuh angka 25.098 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 65 ton beras di wilayah Pasigala.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.