Suami Terlibat Curanmor, Istri Jualan Narkoba

- Periklanan -

SIGI – Demi untuk memenuhui kebutuhan keluarga, seorang ibu rumah tangga di Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Sigi nekat menjadi pengedar sabu. Wanita berinisial Fm (43) ini, mengaku menjual sabu sejak suaminya ditangkap dalam kasus pencurian kendaraan bermotor.

Sejak suaminya dipenjara, Fm menjadi tulang punggung keluarga. Dia harus membiayai tiga dari empat anaknya, hingga mengambil jalan pintas dengan menjual sabu.  Ulahnya menjual sabu ini pun, akhirnya terhenti setelah pada Sabtu 9 November 2018 ditangkap tim Satuan Reserse Narkoba Polres Sigi.

Kapolres Sigi, AKBP Andi Batara Purwacaraka, menyebutkan, dalam penangkapan dan penggrebekan di rumah Fm, petugas berhasil mengamankan sabu-sabu yan telah dipecah dalam paket kecil dengan berat total sekitar 9,92 gram. “Kami amankan sekitar 53 paket sabu-sabu dan ratusan kantong plastik klip, juga uang tunai Rp500 ribu,” sebut Andi, Selasa (12/11) kemarin.

- Periklanan -

Dari mana sabu didapat? Dijelaskan Andi, bahwa menurut pengakuan tersangka Fm, sabu ini diambil langsung dalam jumlah banyak dari Jalan Anoa, Kota Palu. Fm sudah dua kali membeli langsung sabu dari Jalan Anoa dengan jumlah besar. “Sesampai di kampungnya, sabu itu dipecah dalam plastik kecil dengan harga Rp100 ribu. Kalau menurut dia 1 gram dibeli dengan harga Rp1 juta,” terang Kapolres.

Peredaran Narkoba yang dilakukan Fm juga terbilang sederhana. Para pelanggan yang memang dikenali oleh tersangka, langsung datang ke rumahnya ketika membeli sabu. Uang ada, sabu pun diberikan. Aktifitas Fm ini pun kerap terpantau oleh masyarakat yang memang sudah resah dengan peredaran Narkoba di wilayah itu. “Jadi masyarakat yang lapor sendiri kepada kami,” singkat Andi.

Ketika ditanya wartawan, Fm berdalih, berjualan sabu memang untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan anak-anak, setelah suaminya diringkus Polres Sigi dalam kasus Curanmor. Kini Fm dan suaminya berada dalam satu ruang tahanan. Disinggung terkait keterlibatan sang suami, Kapolres menegaskan, bahwa dari hasil keterangan tersangka Fm, peredaran sabu murni dia lakukan sendiri. “Dia tidak sebut nama suaminya, katanya dia sendiri yang jual. Tapi itu masih kami kembangkan juga,” tandas mantan Kasubdit Tipikor Polda Sulteng ini. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.