STQH 25 Sulteng Dimulakan

Diikuti 188 Peserta Kafilah Utusan 13 Kabupaten-Kota

- Periklanan -

MORUT – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate membuka Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke-25 tingkat Provinsi Sulteng di Kabupaten Morowali Utara, Sabtu (9/3).
STQH kali ini diikuti 188 peserta kafilah utusan 13 kabupaten-kota di Sulteng. Masing-masing utusan daerah mengitari pelataran kantor Bupati Morut yang menjadi lokasi utama pelaksanan iven tersebut.
Hidayat Lamakarate, saat membacakan sambutan menyampaikan permintaan maaf Gubernur Sulteng Longki Djanggola. Absennya gubernur saat pembukaan, menurut Hidayat, akan digantikan saat penutupan STQH ini.
“Pak Gubernur nantinya yang akan menutup penyelenggaraan STQ ini,” ujarnya.
Hidayat lantas memuji keseriusan Pemkab Morut sebagai tuan rumah. Meski hanya dalam dua bulan persiapan, namun kegiatan ini dapat dimulai dengan sangat baik.
“Sukses untuk Morut yang berhasil menjadi tuan rumah yang baik. Tentu saja ini berkat kerjasama Pemkab dan dukungan masyarakat juga,” tandasnya.
Hidayat lantas mengingatkan masyarakat untuk menjadikan STQH sebagai momen pemersatu jelang pelaksanaan Pemilu 2019.
Sejalan itu, masyarakat juga di imbau untuk menggunakan hak suaranya demi suksesnya perhelatan lima tahunan tersebut.
“Jangan terpecah-belah hanya karena beda pilihan. Ayo gunakan hak suara anda untuk mendukung suksesnya pemilu nanti,” imbaunya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulteng Rusman Langke berharap STQH menghasilkan insan dengan kualitas jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
Rusman juga mengingatkan agar pelaksanaan STQH berjalan dengan professional berlandaskan kejujuran. Hal itu diingatkannya untuk menghadapi STQ tingkat nasional di Kalimantan Barat.
“Semoga pelaksanaan STQH kali ini menjadikan kita semua semakin baik untuk measa mendatang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum pelaksanaan STQH ke-25 Aptripel Tumimomor dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan STQ dan Hadist memiliki daya tarik dan ruang tersendiri dalam kehidupan masyarakat.
STQH juga mampu menciptakan nuansa religius dan menghadirkan suasana kesejukan bathin bagi masyarakat. Secara nyata pula, pelaksanaan STQH terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan di daerah.
Selain itu, momen ini sekaligus menciptakan forum silaturahim yang kuat dalam mempererat rasa persaudaraan dan ikatan kebersamaan lintas etnis dan agama.
“Mari jadikan momentum ini sebagai penyejuk dan perekat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2019 nanti,” ujar Aptripel.
Aptripel kemudian menyebut berbagai cabang, jenis dan golongan yang dilombakan pada STQH ke-25, sebelum bersama-sama Sekdaprov Sulteng dan perwakilan daerah lainya memencet tombol pertanda kegiatan yang direncanakan berakhir pada 13 Maret 2019 ini dimulai.
Pembukaan STQH yang juga dihadiri Wakil Bupati Morut Moh Asrar Abd Samad ini dimeriahkan penampilan paduan suara dan tarian massal. Uniknya, pesertanya adalah perpaduan pelajar Muslim dan Kristiani di daerah itu.
Penampilan mereka tentu saja membuat decak kagum masyarakat maupun para kafilah saat itu. (ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.