STOP : Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan

- Periklanan -

Oleh : Hendra Mawansyah Saida

SAMPAI dengan saat ini banyak yang mengira bahwa penanggulangan HIV AIDS cukup dengan penyuluhan saja. Padahal kalau kita telusuri lebih dalam lagi program pencegahan dan pengendalian HIV AIDS ini tidak hanya soal tentang penyuluhan saja yang mesti ditingkatkan melainkan ada beberapa hal lagi.

Upaya pencegahan dan pengendalian HIV -AIDS bertujuan untuk mewujudkan target Three Zero pada 2030, antara lain tidak ada lagi penularan infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

- Periklanan -

Upaya yang terus dilakukan Pemerintah pada 2017 telah dicanangkan strategi Fast Track 90-90-90 yang meliputi percepatan pencapaian 90% orang mengetahui status HIV melalui tes atau deteksi dini; 90% dari ODHA yang mengetahui status HIV memulai terapi ARV, dan 90% ODHA dalam terapi ARV berhasil menekan jumlah virusnya sehingga mengurangi kemungkinan penularan HIV, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA.

Dalam rangka mencapai target tersebut, Kementerian Kesehatan menerapkan strategi akselerasi Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan (STOP). Suluh dilaksanakan melalui edukasi hendak dicapai 90% masyarakat paham HIV, Temukan dilakukan melalui percepatan tes dini akan dicapai 90% ODHA tahu statusnya, Obati dilakukan untuk mencapai 90% ODHA segera mendapat terapi ARV, Pertahankan yakni 90% ODHA yang ART tidak terdeteksi virusnya.

Untuk mencapai itu semua peran aktif semua stakeholder baik di lingkup pemerintah mulai dari pemerintah pusat higga daerah beserta masyarakat sangat dibutuhkan. Mulai dari penyuluhan yang harus dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan semua media informasi yang ada baik secara online maupun offline sehingga diharapkan masyarakat secara sukarela mau memeriksakan diri di layanan kesehatan yang ada.

Penemuan kasus yang didapatkan melalui percepatan tes secara dini dapat membantu tercapainya 90 persen ODHA mengetahui statusnya. Dengan demikian pengobatan ODHA melalui terapi ARVpun dapat segera dilakukan sehingga diharapkan ODHA yang mendapatkan terapi ARV bisa dipertahankan sesuai target 90 persen. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.