Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Stok Darah Berkurang, PMI Turun ke Tempat Keramaian

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga mendonorkan darahnya di mobil donor darah milik PMI. (Foto: Umi Ramlah)

PALU – Persediaan kantong darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah saat ini menipis. Untuk menambah stok kantong darah yang ada, PMI Sulteng menggunakan sistem jemput bola. PMI mendatangi tempat-tempat wisata dan kampus yang ada di Kota Palu, untuk menjaring para pendonor.

Minggu lalu (11/2) misalnya. Bertempat di Anjungan Pantai Teluk Palu di Jalan  Rajamoili, Kecamatan Palu Timur, PMI Sulteng membuka stand pelayanan donor darah. Dengan menggunakan tenda berukuran kecil sebagai tempat pendaftaran dan pemeriksaan tahap pertama, beberapa staf dari Kantor PMI Sulteng tampak antusias memberi konseling kepada calon pendonor. Jika calon pendonor dinyatakan memenuhi syarat, maka langsung diarahkan ke dalam mobil PMI yang disiagakan di lokasi. Di dalam mobil itulah tempat pengambilan darah.

Menurut Direktur Unit Transfusi Darah PMI Sulteng, dr Abdullah, kegiatan itu sengaja mereka lakukan agar kekurangan stok darah PMI dapat diantisipasi. Malah pihaknya juga membuka stand di pusat keramaian seperti Palu Grand Mall (PGM) Jalan Cumi-cumi Kecamatan Palu Barat.

“Besok (senin red) kami akan turun ke Kampus Universitas Tadulako jika tidak ada halangan,” sebutnya.

dr Abdulah menegaskan kegiatan ini akan dilakukan setiap hari, dengan target 30 – 40 kantong setiap harinya, sebab PMI mengeluarkan darah sebanyak 1000 kantong setiap bulan. “Hari ini kami mendapat 20 kantong  di anjungan, kemarin di PGM dapat 20 kantong semoga dapat mengatasi kekurangan darah,” jelasnya.

Satu kantong darah manusia dapat menyelamatkan satu nyawa manusia, untuk itu mari donor darah agar hidup dapat berguna bagi orang lain. “Dengan donor darah juga kita bisa sehat, karena darah baru masuk didalam tubuh,” jelas dr Abdulah.

Donor darah sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali, agar tubuh menjadi lebih sehat. Bagi masyarakat jangan takut untuk donor darah, sebelum donor akan diperika kesehatan terlebih dahulu jika tidak memenuhi syarat maka tidak akan dilakukan pengambilan darah. “Banyak yang beranggapan setelah donor akan terkena penyakit dan tidak sehat lagi, itu semua salah karena kita menjadi sehat, sedikit pusing wajar karena darah diambil, kami juga menyediakan susu bagi pendonor,” ucapnya. (umr)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.