Staf Khusus Mentan Ingatkan TFD Harus Jadi Solusi Petani

- Periklanan -

PALU-Staf Khusus Menteri Pertanian, Ir H Firdaus Hasan MP mengingatkan kepada seluruh Tenaga Fasilitator Desa (TFD) seSulawesi Tengah (Sulteng) untuk mendampingi wilayahnya masing-masing dengan ikhlas dan niat yang baik untuk membantu kesejahteraan petani.

Hal itu disampaikan Firdaus Hasan saat menjadi pembicara pada pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas fasilitator desa program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling up Initiative (Readsi) digelar di salah satu hotel di Kecamatan Palu Selatan, Rabu malam (18/12).

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri seluruh TFD seSulteng juga dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng, Ir Trie Iriany Lamakampali MM, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Ir Bustanul Arifin Caya MDM, serta beberapa stakeholder lainnya.

Selain niat yang baik dan ikhlas, yang terpenting yang harus dimiliki TFD dalam saat mendampingi petani kata Firdaus, ialah mau berlama-lama dengan petani, berbicara dan menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi petani.

“Kita ini diharapkan mau membantu petani, kalau mau membantu petani kita harus mau berlama-lama dengan petani. Seorang penyuluh yang hebat itu, penyuluh yang mau berlama-lama dengan petani,” jelas Firdaus di hadapan seluruh TFD seSulteng.

- Periklanan -

Kehadiran TFD ini lanjutnya harus menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi petani. TFD harus bisa menyambungkan petani dengan perbankan yang terkendala biaya untuk pengembangan pertaniannya.

Kepala Dinas TPH Provinsi Sulteng, Ir Trie Iriany Lamakampali MM menjelaskan program Readsi di Sulteng, saat ini difokuskan pada 5 Kabupaten yakni Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Buol, Kabupaten Parimo, Kabupaten Poso dan Kabupaten Banggai. Trie menambahkan TFD ini nantinya terlebih dahulu bakal diberi peningkatan kapasitas hingga Jumat (20/12) baru kemudian terjun di masyarakat untuk melakukan pendampingan program Readsi pada petani.

“Intinya mereka ini pemberdayaan petani, mereka didorong untuk bisa meningkatkan perekonomian petani,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya juga memaparkan program-program terbaru dari Balai Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Terbaru saat ini, sudah tersedia program e-learning sehingga materi-materi pertanian bisa dipelajari melalui hp atau laptop masing-masing dengan login menggunakan email.

Selain itu, Bustanul Arifin juga memaparkan salah satu program utama Mentan, Syahrul Yasin Limpo yakni Kostratan yang berjenjang mulai dari tingkat pusat yang disebut Kostranas, hingga di tingkat kecamatan disebut Kostratani. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.