Stabilkan Harga di Pasar, Pemerintah Sulteng Adakan Pasar Murah

- Periklanan -

PALU – Pemerintah Provinsi Sulteng, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng kembali mengadakan pasar murah dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2019, bertempat di Halaman Parkir Hotel Mery Glow, Selasa (17/12).
Pasar murah dihadiri oleh, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng, Bank Indonesia, Satgas Pangan Polda Sulteng, Bulog Sulteng, Pimpinan BUMN, UMKM Kota Palu dan Hiswana Migas.
Dari Pantauan Radar Sulteng, masyarakat sangat antusias. Barang-barang yang dijual pun tidak hanya bahan pokok melainkan juga kebutuhan pada perayaan natal dan tahun baru, seperti kue kering, baju dan sepatu.
Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo Djanggola, saat diwawancarai usai meninjau stand pasar murah mengatakan, pasar murah kali ini sangat meriah, antusias masyarakat sangat tinggi mendatangi pasar murah, ditambah lagi sosialisasi dinas akan hadirnya pasar murah juga intens.
“Hari pasar rakyat, untuk kebutuhan poko, tetapi Hypermart banyak produk mulai TV, Setrika dan Reskuker, pukul 10.00 wita, TV sudah laku dua,” sebutnya.
Daya beli masyarakat Kota Palu khususnya wilayah Palu Timur, Kelurahan Lolu Utara cukup baik. Barang yang dijual di pasar murah dibawah Harga eceran tertinggi (het) yang ditetapkan pemerintah dan lebih rendah dari pasar karena distributor langsung jual.
“Pasar murah berlangsung dua hari, mudah-mudahan transaksi yang terjadi dipasar murah bisa banyak,” harapnya.
Setelah sidak yang dilakukan Disperindag, Senin
(16/12), harga telur dipasar peraknya Rp47 ribu, dijual di Pasar Murah Rp44 ribu. Diharapkan adanya stabilitas harga telur di Pasar.
“Yang jelas pemerintah Provinsi Sulteng melalaui Disperindag, telah melakukan intervensi harga, dan peduli terhadap hari raya natal, semoga bisa rayakan meriah, suka cita, pemerintah usahakan stabilkan harga,” ungkapnya.
Pasar murah menyambut Natal dan Tahun Baru ini merupakan yang ke delapan kalinya diadakan di tahun 2019. Tujuan diadakan pasar murah adalah meringankan beban masyarakat Kota Palu terhadap barang-barang pokok menjelang HBKN.
Setiap menjelang hari besar keagamaan, setiap tahunnya sering kali berpengaruh terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat. Olehnya itu kegiatan pasar murah yang diadakan selama dua hari merupakan bentuk kepedulian pemerintah Sulteng menekan lonjakan harga.
“Saya mengharapkan kepada seluruh aparatur pemerintah daerah, dan masyarakat lainnya untuk membantu menginformasikan kepada semua warga keberadaan pasar murah jangan sampai ada warga kurang mampu tidak mengetahui keberadaan pasar murah,” tuturnya.
Pihaknya yakin melalui pasar murah benar-benar membantu masyarakat memenuhi kebutuhan kehari-hari. Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa barang pokok yang dijual lebih murah dari pada dipasaran.
Disamping itu pasar murah memotifasi, untuk lebih meningkatkan semangat dan rasa cinta memakai produk dalam negeri. Pemerintah Provinsi akan terus mengefaluasi pelaksanaan pasar murah, seperti jumlah pembeli, jenis produk atau barang yang dijual, dan nilai transaksi pada saat pelaksanaan pasar murah.
“Dengan demikian akan diketahui perkembangan dinamika pasar yang berlaku dimasyarakat, akan berjalan evektif dan evisien,” tutupnya. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.