Ssssttt…..Siapa yang Bakal Jadi Tersangka ?

Kasus Dugaan Pelanggaran Pengadaan Kapal Nelayan di DKP

- Periklanan -

TOLITOLI-Penanganan kasus dugaan pelanggaran pengadaan kapal nelayan tahun anggaran 2019 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli, hampir mencapai klimaks.

Sederet nama terkait dalam proyek pengadaan kapal fiber dan kayu bagi nelayan tahun 2019 ini, siap diuraikan tim Kejari Tolitoli dalam waktu dekat. Siapa jadi tersangka ?

Kepala Kejari (Kajari) Tolitoli, Deddy Koerniawan, SH, melalui Kepala Seksi (Kasi) tindak pidana khusus (Pidsus) Rustam Efendi, SH, kepada Radar Sulteng mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, tim Pidsus Kejari Tolitoli akhirnya menaikkan status penanganan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Selain itu, juga telah dilakukan gelar perkara internal oleh tim yang ditunjuk dan ditemukan adanya unsur dugaan pelanggaran yang merugikan keuangan negara.

“Gelar perkara internal sudah kami lakukan, dan memang ditemukan ada unsur yang mengarah pada terjadinya kerugian negara, kita akan terus mendalami kasus ini,” kata Kasi Pidsus di ruang kerjanya, Kamis (3/7).

- Periklanan -

Lanjut Kasi Pidsus, tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi-saksi, termasuk saksi tambahan dan saksi ahli dan orang-orang yang bertanggungjawab atas pengadaan kapal fiber sebanyak 7 (tujuh) unit dan kapal kayu sebanyak 2 (dua) unit.

“Untuk mendalami kasus ini, kita periksa semua saksi, termasuk saksi ahli dan tambahan, ini dilakukan untuk melengkapi keterangan sebelumnya, sehingga saat penetapan tersangka bisa mengerecut kepada pihak yang dianggap paling bertanggungjawab dalam pengadaan kapal,” kata Rustam yang menegaskan belum bisa membeberkan nama-nama calon tersangka dalam kasus ini.

“Nantilah ya, kita beberkan, pokoknya kita sampaikanlah ke media. Maksudnya, agar supaya tidak ada upaya untuk mengaburkan sejumlah bukti yang masih kita butuhkan,” timpalnya.

Adapun nilai pengadaan kapal yang dibiayai melalui anggaran DAK dan APBD 2019 yakni sebesar Rp 1,1 miliar, ditujukan kepada 9 (sembilan) kelompok nelayan di Tolitoli. Hanya saja, kapal nelayan yang diadakan tahun anggaran 2019 yakni nilai kapal fiber tujuh unit senilai Rp 700 juta dan kapal kayu dua unit senilai Rp 400 juta, kondisi saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga kuat dugaan terjadi pelanggaran dalam pengadaannya.

Selain itu, upaya penyidikan yang dilakukan Tim Pidsus Kejari Tolitoli begitu allout hingga harus mendatangi seluruh kelompok nelayan penerima manfaat.(dni)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.