SPBU Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi

- Periklanan -

Kasubdit Indag Ditkrimsus Poda Sulteng Teddy bersama petugas tera dari UPT Kemetrologian Disperindag Kota Palu menyaksikan proses tera ulang di SPBU Soekarno Hatta, kemarin (28/9). (Foto:Wahono)

PALU – Setelah ditutup sekira tiga pekan lamanya, SPBU Soekarno Hatta direncanakan hari ini (Jumat) kembali dibuka alias beroperasi melayani konsumen. Pihak Direktorat Krimsus Polda Sulteng bersama  petugas tera dari UPT Kemetrologian Disperindag Kota Palu melakukan tera ulang terhadap alat Ukur, Timbang, Takar dan Perlengkapannya (UTTP) yang ada di SPBU Soekarno Hatta, Kamis (28/9).

‘’Setelah selesai di tera ulang. SPBU Sorkarno Hatta dibolehkan beroperasi lagi. Proses tera ulang melibatkan ahli dari UPT Kemetrologian Disperindag. Tim dari Polda Sulteng menyaksikan saja,’’ jelas Kasubdit Indag Ditkrimsus Polda Sulteng AKBP Teddy Salawati didampingi Kadis Perindag Kota Palu Farid RifaiYotolembah.

Hasil pantauan Radar Sulteng, tera ulang dilakukan terhadap semua mesin Pompa (nosel) secara teliti dan bertahap. Bahkan dilakukan berulang-ulang. Hal ini disebabkan karaena mesin pompa yang tidak beroperasi dalam jangka waktu cukup lama hampir sebulan.

Tera ulang yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Indag Ditkrimsus Polda Sulteng AKBP Teddy Salawati. Juga tampak hadir pada kegiatan tera ulang kemarin, Kadis Perindag Kota Palu Farid R Yotolembah bersama Kabid Perdagangan Disperindag, Amiruddin.

Menurut Teddy,  tera ulang dilakukan oleh tim untuk memastikan kesesuaian takaran. Sebelumnya pihak pengelola SPBU mengajukan permohonan untuk dilakukan pengecekan/tera ulang, agar SPBU tersebut dapat beroperasi seperti biasa. “ Kalau tera ulang ini sudah selesai, maka jelasnya SPBU sudah bisa beraktivitas kembali. Teknis operasi terserah pemilik SPBU,” ungkapnya.

Sementara Kadis Perindag Kota Palu Farid R Yotolembah mengatakan bahwa tera ulang dilakukan secepatnya, mengingat banyaknya permintaan dari masyarakat yang membutuhkan layanan SPBU di jalan Soekarno Hatta ini.

- Periklanan -

“ Tera ulang di satu mesin pompa dilakukan secara berulang, karena memang membutuhkan waktu berjam-jam untuk menentukan takaran yang akurat,” jelas Farid.

Dihadapan tim gabungan, pihak SPBU menginginkan agar tera ulang diselesaikan secepatnya. “ Hari ini saja diselesaikan semua pemeriksaan di mesin pompa,” harap petugas SPBU kepada Kadis Prindag dan Kasubid Indak Polda Sulteng.

Terkait proses hukumnya, AKBP Teddy mengatakan, proses hukum tetap berlanjut dengan satu tersangka berinisial DP. Sejumlah saksi juga sudah diperiksa untuk melengkapi berkas tersangka. Penyidik kata Teddy, tinggal memeriksa keterangan ahli dari bidang Migas.

Tersangka DP lanjut Teddy, diterapkan pasal 62 jo pasal 8 ayat 1 huruf c, Undang-undang No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dan Pasal 32 jo pasal 30 UU no. 2 tahun 1981 tentang metrologi legal.

Kemungkinan tersangka lain, dengan tegas Teddy menjelaskan, bahwa, tersangka DP melakukan aksinya seorang diri mengingat yang bersangkutan diberikan tanggungjawab sebagai menajer SPBU. ‘’ Modusnya saat tengah malam itulah, tersangka DP menyetel alat yang ada di pompa SPBU. Tidak ada yang tahu dan dilakukan sendiri,’’ terangnya.

Sementara pihak manajemen SPBU Soekarno Hatta menyampaikan permohonan maaf atas ketidak-nyamanan konsumen terkait pelayanan selama ini. Kasus yang terjadi di SPBU Soekarno Hatta murni perbuatan oknum petugas SPBU sehingga segala konsekuensinya menjadi tanggungjawab yang bersangkutan.

‘’Kami dari pihak manajemen menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada aparat yang berwajib. Insya Allah selesai dilakukan tera ulang oleh tim gabungan Polda Sulteng dan Dinas perindustrian dan perdagangan, SPBU Soekarno Hatta diperbolehkan operasi kembali,’’ demikian ungkap HM Ridwan Rahman mewakili pihak manajemen. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.