Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SPBU Kompak Satu Harga Wakai Kepulauan Perluas Pemasaran

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Salurkan BBM Pertalite ke Desa-Desa Wisata Laut Togean

KAPAL TANKER : Sebuah kapal tanker milik SPBU Kompak satu harga mendistribusikan BBM satu harga di kepulauan Togean dan Wakai. Suplay BBM diambil dari Depot Pertamina Poso.

AMPANA – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak Satu Harga 71-94601 Wakai Kepulauan, Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah terus mendukung upaya pemerintah daerah agar masyarakat yang tersebar di gugusan kepulauan Togean mendapatkan pemerataan BBM.
Selain tugas pokoknya menyalurkan BBM penugasan satu harga (premium), SPBU Kompak milik PT Ampana Togean Bangkit Bersatu (ATBB) juga menyalurkan BBM non subsidi jenis pertalite.
”Alhamdulilah untuk BBM satu harga penyalurannya harus tepat sasaran. Selalu dalam pengawasan aparat gabungan setempat. Sebulan diberi alokasi dari pertamina 75 kiloliter. Solar 15 Kiloliter dan untuk pengembangan dan pengenalan keunggulan BBM Pertalite pihak SPBU menambah stok Pertalite sebanyak 55 kiloliter. Sejak September 2021 dimulai uji coba pemasarannya ke desa-sesa,” jelas Komisaris PT ATBB H Syamsudin Oemar kepada Radar Sulteng.

Komisaris PT ATBB saat menyaksikan suplay BBM dari Kapal Tanker miliknya.


Untuk menyahuti tingginya permintaan masyarakat terhadap BBM Premium bersubsidi dan mendukung pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat umum dan Nelayan terhadap keberadaan stok BBM di SPBU Kompak Satu Harga Wakai  kata Syamsudin selalu menyiapkan stok BBM non subsidi jenis pertalite. Bahkan perluasan pemasaran BBM non subsidi ke desa-desa yang ada di kepulauan Togean mendapat respon dan dukungan pemerintah daerah melalui Bidang ekonomi Pemkab Touna.
Masyarakat kepulauan Togean yang sebagian besar pencarian sebagai nelayan sangat menggantungkan keberadaan BBM untuk bisa beraktivitas antar gugusan pulau. Masyarakat nelayan sudah terbiasa membeli BBM mahal melalui pengecer atau tengkulak. Dengan hadirnya BBM penugasan satu harga, warga setempat selalu menyebutkan “ini baru merdeka“.
”Kalau BBM satu harga habis, para nelayan langsung membeli jenis pertalite.  Harganya sama dan murah daripada membeli di tengkulak,” jelas Syamsudin.

Salah satu nelayan asal desa Muara Bandeng yang mengaku bernama Tota ditemui usai melaut mengatakan dengan hadir SPBU Kompak satu harga di Wakai sangat membantu para nelayan yang bertahun tahun bermimpi bisa membeli BBM sama dengan harga di daerah lain di pulau Jawa. ”Alhamdulilah sejak akhir Desember 2017 mimpi itu jadi kenyataan dengan hadirnya SPBU Kompak satu harga,” jelas Tota dan dibenarkan rekannya yang mengaku bernama mansyur.
Baik Tota dan Mansyur mengaku saat ini melautnya semakin jauh karena tidak takut kehabisan BBM. Dengan demikian hasil tangkapan ikan menjadi melimpah. ”Terimakasih pemerintah dan pengusaha semoga keberadaan stok BBM selalu ada. Kalo Premium habis kita beli pertalite. Harganya masih murah dari pada beli lewat tengkulak,” jelasnya sambil memperlihat ikan hasil tangkapan.
Menyahuti harapan para nelayan pihak SPBU Kompak satu harga mengaku sudah menjalin dengan pemerintah daerah yakni dengan memperluas pemasaran pertalite ke desa-desa yang sulit dijangkau.
”SPBU kompak satu harga terus mengembangkan  pemasaran BBM Pertalite ke desa desa untuk mengimbangi  permintaan BBM satu harga Premium yang menjadi penugasan pemerintah.
Pihak Pengusaha SPBU Kompak Satu Harga 71- 94601 Desa Muara Bandeng Kecamatan Una-una bekerja sama dengan Bidang Ekbang Pemda Tojo Una Una sejak Desember 2021,” ungkap mantan ketua Hiswana Migas Sulteng dua periode.
Berkat sinergi dengan Pemkab Tuona kata Syamsudin keberadaan stok BBM pertalite menjadi alternatif para nelayan bila BBM penugasan tersebut habis. Selain stok di SPBU selalu tersedia kata Syamsudin penyalurannya sudah menyebar ke desa desa agar para nelayan mudah memperolehnya.
Dampak lainnya tambah Syamsudin, mudahnya memperoleh BBM satu harga meningkatkan perekonomian masyarakat yang memiliki sebutan Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Apalagi kepulauan Togean dan Wakai menjadi tujuan destinasi para wisatawan nasional dan manca negara.
Sebelumnya Kepala Cabang Pertamina Suluttenggo, Daniel Al Habsyi mengungkapkan rasa senang dan bangganya begitu melihat langsung SPBU Kompak Una-Una Kepulauan Wakai yang melayani penjualan BBM satu harga jenis premium penugasan. Yang dibanggakan Kepala Cabang Pertamina itu karena SPBU Kompak milik PT Ampana Togean Bangkit Bersatu (ATBB) tersebut juga menyediakan bahan bakar khusus (BBK) jenis Pertalite.
” Luar biasa meski jauh di pulau SPBU ini lengkap. Kita akan jadikan percontohan untuk SPBU satu harga di wilayah Suluttenggo,” ungkap Daniel dihadapan Direktur PT ATBB H Syamsudin Oemar dan masyarakat kepulauan Wakai, Sulteng.
Dari pantauan Radar Sulteng, lokasi SPBU Kompak yang bersampingan dengan TPI Muara Bandeng Desa Una-Una, kepulauan Wakai sangat mudah dijangkau via darat maupun jalur laut. Para nelayan yang hendak melaut tidak kuatir lagi kehabisan BBM. Sambil jual ikan langsung bisa isi BBM. Demikian pula para pengojek atau pemilik becak motor cukup mudah karena jalan menuju SPBU kompak berada tidak jauh dari pemukiman masyarakat yang direlokasi pasca letusan gunung colo tahun 1982 lalu. (lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.