Soal Taman GOR, Kadis PU Sebut Hanya Masalah Nomenklatur

- Periklanan -

Pengerjaan Taman GOR oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu yang mendapat kritikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Kamis (19/10). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Kritikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu terkait nama kegiatan pengerjaan Taman GOR yang dinilai tidak sesuai dengan yang dikerjakan mendapat respons Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu Singgih B Prasetyo.

Ditemui di sela-sela kegiatannya di salah satu rumah makan di Kecamatan Mantikulore, Singgih menerangkan, terkait nama kegiatan papan proyek yang terpasang di areal luar taman GOR. Pada papan proyek dengan nilai kontrak hampir Rp6 Miliar itu, tertera nama kegiatan yakni pembangunan saluran drainase/gorong-gorong. Namun, faktanya yang dikerjakan tidak hanya sebatas drainase dan gorong-gorong.

“Itu sebetulnya, masalah nomenklatur saja sebetulnya. Tidak ada masalah. Jadi bukan soal yang perlu dipermasalahkan,” tutur Singgih kepada Radar Sulteng, kemarin (19/10).

- Periklanan -

Dia menerangkan pada saat pihaknya diperintahkan untuk membangun taman GOR, dimasukkanlah proyek pengerjaan itu ke dalam Tupoksi Kepala Seksi Perkotaan dan Drainase. Dalam seksi perkotaan dan drainase itu lanjut Singgih, ada fasilitas-fasilitas yang harus dipenuhi antara lain mengenai ruang terbuka hijau.

“Jadi seksi perkotaan itu, luas sekali. Salah satunya adalah sarana ruang terbuka. Karena di kami nomenklatur ruang terbuka hijau itu belum tertuang di dalam DPA atau dokumen anggaran maka kita masukkan kegiatan drainase,” jelasnya.

Terpisah, pelaksana proyek taman GOR, Umang ditemui media ini di taman GOR menjelaskan pihaknya sebagai rekanan sudah mengerjakan sesuai dengan kontrak. Jadi kata dia, apa yang ada dalam kontrak, itu yang dikerjakan. Terkait dengan pavin yang digunakan yang juga mendapat kritikan, Umang menegaskan, pihaknya tidak menggunakan paving yang di bawah standar.

“Memang ada paving yang rusak, tapi kami tidak gunakan. Paving yang rusak itu nanti akan kami kembalikan. Itu semua yang tersusun, paving rusak dan tidak digunakan,” ucapnya sambil menunjukkan tumpukan paving yang tidak digunakan.

Pantauan Radar Sulteng, pengerjaan taman Gor yang direncanakan berakhir Desember itu, pengerjaannya saat ini masih terus berjalan. Pemasangan paving, dan pembangunan tempat yang rencananya akan dijadikan tempat patung Presiden Soekarno juga sedang dikerjakan. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.