Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Soal Pungli ASN, 11 Saksi Mengaku Ikut Terlibat

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Hari Suprapto

PALU – Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng, terus mengembangkan kasus pungli yang melibatkan dua tersangka oknum Aparataur Sipil Negara (ASN) Kota Palu, dan Kabupaten Sigi.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto menyatakan, perkembangan penyelidikan terhadap kasus pungli yang melibatkan dua tersangka oknum ASN di Kota Palu dan Kabupaten Sigi itu, hingga saat ini penyidik telah memeriksa saksi korban yang  berjumlah 30 orang.

“Dari ke 30 saksi korban  itu, ada 11 orang di antaranya yang mengakui juga ikut mengajak serta keluarganya dan orang lain untuk masuk menjadi ASN di lingkungan Pemkot Palu dengan syarat menyetorkan uang muka, kepada tersangka Arifudin,” katanya, Senin (21/8) di Mapolda Sulteng.

Namun, lanjut Hari, dari ke 11 orang tersebut masih dalam pemeriksaan penyidik, dan yang pastinya akan menambah daftar korban dan kerugian yang saat ini masih menjadi penyidikan lanjutan.

“Karena ada korban yang mengakui juga sempat mengajak keluarganya untuk menjadi ASN, dengan menyetorkan uang muka. Maka otomatis korban dan kerugian bisa bertambah,” jelasnya.

AKBP Hari Suprapto juga menjelaskan hingga saat ini jumlah korban yang ada berjumlah 30 orang dan total kerugian berjumlah Rp.1,6 Miliar. Dari dua tersangka, yakni Arifudin warga BTN Pengawu Blok 1 Nomor 20, Kota Palu, yang berhasil ditangkap di Manado Sulawesi Utara, dan Imelda Bagenda, seorang oknum guru di SMK Negeri 1 Sigi.

“Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan. Namun tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lainya, kita masih menunggu penyelidikan lanjutan,”sebut mantan Kapolres Tolitoli tersebut.

Diketahui, sebelumnya Tim Saber Pungli Polda Sulteng, berhasil tangkap oknum ASN Kota Palu yang bernama Arifudin S, pada Sabtu 7 Agustus 2017 lalu, di Kota Manado. Penangkapan Arifudin merupakan hasil pengembangan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan terhadap tersangka Imelda Bagenda (42 tahun), oknum ASN yang merupakan seorang guru di SMK Negeri 1 Sigi, di rumah kontrakannya Jalan Belibis, Kelurahan Birobuli, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jumat, 26 Mei 2017 lalu. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.