Soal Gaji Tenaga Kebersihan, DPRD Gugah Nurani Wali Kota

- Periklanan -

PALU – Selama bertahun-tahun, puluhan petugas kebersihan mengabdikan hidupnya dengan membersihkan sampah di dalam Kota Palu. Dan gaji ‘seadanya’ yang diberikan pemerintah kota inilah yang menghidupi keluarga dari petugas kebersihan ini selama bertahun-tahun.

Ilustrasi (Foto: Safrudin)

Tapi, baru-baru ini pemerintah kota mengeluarkan kebijakan yang tidak populis. Jumlah petugas kebersihan yang selama ini 5 orang melayani satu truk pengangkut sampah dikurangi satu orang menjadi 4 orang. Selain itu, kenaikan gaji petugas kebersihan yang sesuai dengan DPA 2018 menjadi Rp17.500 per ret untuk petugas sampah dan Rp20 ribu per ret untuk sopir dianulir.

“Pengaduan dari sopir dan petugas kebersihan gaji mereka tetap sama dengan sebelumnya, Rp17.500 per ret untuk sopir dan Rp15 ribu per ret untuk petugas sampah. Jumlah petugas sampah juga dikurangi satu orang. Ini kebijakan apa? Dimana nurani Walikota?,” ujar Sophian R Aswin, ketua Komisi C DPRD Kota Palu, usai menerima puluhan sopir dan petugas kebersihan di gedung DPRD Kota Palu, kemarin.

- Periklanan -

Ia mempertanyakan komitmen pemerintah Kota Palu yang tidak akan melakukan pengurangan jumlah petugas kebersihan. Dan menaikan gaji sopir dan petugas kebersihan, sebagaimana yang tertuang dalam DPA 2018. Sophian mengaku pada pembahasan anggaran tahun 2017 lalu mengusulkan kenaikan gaji sopir dan petugas kebersihan dan mengawalnya hingga sampai di dokumen DPA 2018.

Menurut dia, sangat wajar bila gaji sopir dan petugas kebersihan dinaikan, sebanding dengan beratnya pekerjaan di lapangan. Demikian halnya dengan kebijakan tidak adanya pengurangan jumlah petugas kebersihan. “Kalau dilakukan pengurangan, petugas kebersihan yang diberhentikan mau diapakan. Anak-istrinya yang selama ini dihidupi dari pekerjaan sebagai petugas kebersihan makan apa?,” tanya Sophian.

Terhadap persoalan ini Sophian mengaku akan berupaya agar didapatkan solusinya. Kepada para sopir dan petugas kebersihan, Komisi C DPRD Kota Palu berjanji akan mengeluarkan rekomendasi kepada Walikota Palu, agar menaikan gaji sopir dan petugas kebersihan dan tidak melakukan pengurangan petugas kebersihan, sesuai dengan yang tercantum dalam DPA 2018.  “Kami janji paling lambat satu minggu ke depan rekomendasi itu sampai di tangan Wali kota. Selama satu minggu itu, kami siap menanggung gaji petugas kebersihan yang dipecat itu,” tegasnya.

“Ini bukan sok pahlawan, tapi ini bentuk keprihatinan saya dan teman-teman komisi C terhadap teman-teman petugas kebersihan. Saya dan teman-teman komisi C ini sebesarnya mau menggugah hati nurani Pak Walikota,” sambung Sophian lagi.

Informasi yang didapatkan koran ini, dari total jumlah petugas kebersihan yang ada di DLH Kota Palu saat ini akan dilakukan pengurangan sebanyak 24 orang. Dan retasi setiap mobil pengangkut sampah setiap hari rata-rata 4 ret.  Bila mengacu pada gaji Rp15 ribu per ret untuk setiap petugas kebersihan maka dalam tujuh hari atau satu pekan ke depan, sesuai janji yang dilontarkan kemarin,  anggota Komisi C siap-siap merogoh kocek pribadi sekitar Rp10 juta. Dana tersebut akan diberikan kepada 24 orang petugas kebersihan yang akan dipecat Wali Kota Palu. (ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.