Soal gaji PNS, Diskdikbud Tolitoli Putus Kerjasama dengan BRI

- Periklanan -

Demo tuntut pembayaran gaji agar normal. Tampak puluhan guru difasilitasi PGRI saat melakukan RDP Kamis (16/2), yang mengasilkan keputusan pemutusan PKS dengan BRI Cabang Tolitoli. (Foto: Yuslih Anwar)

TOLITOLI – Pemkab Tolitoli dalam hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta DPRD Tolitoli, sepakat putuskan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) terkait penyaluran gaji seluruh guru di Kabupaten Tolitoli melalui bank tersebut.

Rencana kebijakan tersebut diputuskan Kamis kemarin saat berlangsungnya RapatĀ  Dengar Pendapat (RDP) diruang sidang Suwot Lintingan, ketika puluhan guru yang tergabung dalam PGRI menuntut pembayaran gaji bulan Pebruari dan tunjangan sertifikasi.

Diungkapkan Kepala Disdikbud Tolitoli Rudi Bantilan saat berlangsungnya RDP tersebut, alasan didesaknya pemutusan PKS dengan pihak BRI, selain pelayanan yang kurang baik karena sering terjadinya keterlabatan penyaluran gaji, selama ini juga menurutnya, dana Coorporate Respon Cibility (CRS) yang disalurkan oleh BRI tidak memberikan keuntungan lebihĀ  bagi Pemkab khsusnya dunia pendidikan didaerah ini.

“Sudah puluhan tahun melakukan PKS, BRI hanya memberikan sebuah mobil ambulance untuk Pemkab, untuk apa kerja sama dipertahankan jika tidak memberikan manfaat. Solusinya PKS harus diputuskan dan menjalin kerja sama baru dengan Bank lain,” kata Kadisdikbud Tolitoli.

Selain itu menurutnya, yang menjadi alasan utama meminta pemutusan PKS tersebut adalah keinginan para guru yang sering kali dibuatĀ  mengeluhkan terlambatnya pembayaran gaji para guru setiap bulan saat waktu penerimaan gaji.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Badan Keuangan (BKD) Tolitoli Asrul Bantilan.S.Sos,M.Si mengatakan pada dasarnya, pihaknya menyetujui keinginan para guru tersebut. Untuk itu ia meminta kepada dinas terkait segera mengkaji proses pemutusan PKS dengan BRI, agar bisa segera diterbitkan PKS dengan bank yang baru yang akan dijadikan mitra.

- Periklanan -

“Kami meminta jika PKS dengan bank yang ditunjuk menjadi mitra baru, memasukan poin perjanjian, dimana jika memberikan bantuan berupa barang, perlu dicatatĀ  sebagai aset Pemkab Tolitoli,” harap Asrul.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Anggaran Iskandar Dahlan.S.Sos mengatakan akan segera melakukan proses pencairan gaji bulan Pebruari yang memang penyalurannya masih melalui BRI.

“Mulai hari ini akan kami persiapkan proses pencairannya, insya Allah paling lambat lusa, makanya hari dinas dinas memasukan datanya, kami tunggu,” terang Iskandar.

Sementara menurut Iskandar Nasir untuk pembayaran dana sertifikasi guru triwulan empat tahun 2016 lalu, ia menjelaskan paling lambat akan dibayarkan akhir bulan Pebruari,” kami masih menunggu transperan dana dari pusat,” jelasnya.

Mencermati hasil RDP tersebut, Ketua DPRD Tolitoli Andi Ahmad Syarif mengharapkan dinas terkait dapat melakukan proses penyelesaian pembayaran segera diselesaikan. Pihaknya jugaĀ  meminta, agar dilakukan komunikasi aktifĀ  antara BKD dengan DisdikbudĀ  terkait pemindahan rekening dari BRI ke bank mitra yang baru.

Ketua DPRD juga meminta agar dinas terkait segera melakukan prinsip kerja sama seperti, persiapanĀ  armada pembayaran gaji disetiap kecamatan, sebagai upaya mempermudah pembayaran gaji setiap bulan.

“DPRD mengeluarkan kesimpulan pada RDP saat ini. Dinas terkait segera melakukan proses persiapan pemutusan PKS dengan Bank lama ke Bank yang baru. Kemudian point kedua dinas terkait melakukan komunikasi aktif agar proses PKS yang baru bisa segera direalisasikan,” tutup ketua DPRD Andi Ahmad Syarif. (yus)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.