Soal Elpiji, Pemkot Baru Berjanji, Polisi Sudah Bertindak

- Periklanan -

PALU  – Pemerintah Kota Palu kembali berjanji bakal menindak pengecer gas elpiji 3 kilogram yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal itu menyusul, maraknya lagi pengecer gas elpiji 3 kilogram di kios-kios, yang menembus harga hingga Rp40 ribu.

Ilustrasi. (Foto: Mugni Supardi)

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemerintah Kota Palu, Tamin Tombolotutu mengungkapkan pihaknya akan segera menindak tegas para pengecer yang ilegal dan kios-kios yang tidak memiliki izin perdagangan Elpiji.

Dia juga menyebutkan, dirinya sudah memanggil dan mengundang kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Palu termasuk juga Pihak Kepolisian dan Pertamina. Hal tersebut, guna membahas permasalahan yang terjadi di lapangan, di mana masih saja ditemukan pengecer yang menjual gas bersubsidi tersebut.

“Pemkot sudah mengundang sejumlah instansi terkait seperti Kepolisian, Pertamina dan Satgas K5 yang ada di kelurahan-kelurahan membahas harga elpiji 3 Kilogram ini,” ungkapnya Selasa kemarin, (24/4).

Tamin pun saat ditemui sedang melaksanakan pertemuan dengan Satgas K5 membahas melambungnya harga elpiji tersebut. Dia juga akan membuat kesepakatan dengan kelurahan-kelurahan agar  membuat surat pernyataan yang akan diberikan ke kios-kios atau tingkat pengecer yang mana isi surat pernyataan tersebut tentang komitmen kios tidak lagi menjual Elpiji Gas ukuran 3 Kilogram mulai mei mendatang.

“Pertemuan dengan Satgas K5 ini juga salah satunya menyepakati memberikan surat pernyataan ke kios-kios untuk tidak lagi menjual elpiji 3 Kilogram bulan depan,” katanya.

- Periklanan -

Dalam pertemuan tersebut, Tamin meminta kepada aparat keamanan dan Satgas K5 harus bertindak tegas kepada kios yang masih menjual Elpiji 3 Kilogram mulai Mei mendatang. “Nanti satgas K5 bertugas meminta izin distribusi dari agen atau pertamina dari pemilik kios, kalau tidak ada yah pasti akan berurusan dengan pihak berwajib,” ujar Tamin.

Kemudian penjualan gas Elpiji 3 Kilogram masih ditemukan di tingkat pengecer dan kios maka Pemerintah Kota tidak akan menunggu lama untuk mencabut dan menutup usaha kios yang menjual diatas HET. “Kios yang menjual melebihi HET, kami akan menyita dan menutup usahanya,” tegas Kabag Adm Perekonomian Palu.

Pertemuan tersebut berlangsung selama Empat hari mulai Senin (23/4) hingga Kamis (26/4) yang mana dalam sehari itu pertemuan dilakukan oleh Kelurahan yang ada di dua kecamatan. Delapan kecamatan yang ada di Kota Palu diantaranya Kecamatan Ulujadi, Tawaeli, Tatanga, Palu Utara, Palu Timur, Palu Selatan, Palu Barat, dan Mantikulore.

Terpisah, Kanit I Subdit I/Industri dan Dagang (Indag) Ditreskrimsus Polda Sulteng, AKP Dirham Salama SH, mengungkapkan  bahwa pihak kepolisian sudah bekerja menindak tegas salah satu oknum yang ingin mencari keuntungan dengan melakukan penjualan secara eceran gas bersubsidi tersebut.

Pihaknya pun juga sudah menyebarluaskan imbauan dan peringatan, kepada kios maupun seluruh warga, agar tidak memperjual-belikan gas elpiji 3 kilogram, jika tidak memilki izin pangkalan atau sub penyalur tabung 3 kilogram.

“Di situ kami sudah sebutkan bahwa sanksinya sesuai pasal 53 huruf b dan d undang-undang RI nomor 22 Tahun 20011 tentang Mogas, hukuman penjara selama 3 tahun untuk niaga dan 4 tahun untuk pengangkutan. Dendanya pun hingga Rp40 miliar,” tegas Dirham.

Dia pun meminta masyarakat aktif untuk melaporkan, bila melihat adanya oknum agen atau pangkalan yang menyalahi aturan pendistribusian gas elpiji 3 kilogram, disertai dengan foto sesuai fakta di lapangan. “Silahkan kontak langsung tim kami di nomor 082189003358,” jelas Dirham. (slm/agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.