Soal Asrama Haji, DPRD Sulteng Nilai Kontraktor Tak Miliki Itikad Baik

- Periklanan -

PALU – Pernyataan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Dr H Rusman Langke MPd, bahwa Wisma Haji Transit Palu yang baru dibangun belum bisa dimanfaatkan untuk menampung para jamaah Calon Haji (JCH) musim haji tahun 2018 ini, mendapat tanggapan dari Ketua Fraksi Partai Hanura Sulteng, Moh Ismail Yunus SE.

Moh. Ismail Yunus

Menurut Moh Ismail, pembangunan Wisma Haji Transit Palu ini dari awal sudah mengalami banyak kesalahan, yang kemudian berakibat pada pemanfaatan bangunan untuk JCH ¬†Sulteng tahun ini.¬† ‚ÄúKarena memang dari awal, ¬†kami sudah turun lapangan dan mendorong agar pembangunan itu terbangun tepat waktu. Tambah tukang, tambah ini, tambah itu, dan lain-lain agar cepat selesai,‚ÄĚ tutur Moh Ismail Yunus, kepada Radar Sulteng, Selasa¬† (17/7).

Ismail menilai, perkembangan proyek pembangunan Wisma Haji ¬†tidak akan bisa memenuhi kebutuhan untuk fasilitas haji pada tahun haji 2018 ini, karena progresnya baru 60 ‚Äď 65 persen. Oleh karena itu, DPRD Sulteng sudah beberapa kali mendesak supaya pihak Kanwil Kemenag Sulteng lebih menekan kepada pihak ketiga (kontraktor) agar supaya proyek ini diselesaikan.

- Periklanan -

“Takutnya kalau mau dipaksakan dipakai bangunan ini, bisa berakibat nanti ada apa-apa.  Sebab, jamaah ini harus kita jaga kesehatannya, kita jaga jasmaninya untuk persiapan  berangkat  ke tanah suci. Kloter pertama 31 Juli. Tidak mungkin pihak ketiga mampu menyelesaikan proyek penyelesaian Wisma Haji baru ini, “ paparnya.

Dirinya melihat pihak ketiga atau kontraktor tidak memiliki keinginan yang baik untuk menyelesaikan proyek ini. ‚ÄúKita melihat pihak ketiga tidak mempunyai niat yang baik untuk menyelesaikan proyek pembangunan atau revitalisasi Wisma Haji ini, dengan cepat dan transparan,‚ÄĚ tandasnya.

Karena itu, tambah Moh Ismal, ¬†sikap DPRD Sulteng saat ini lebih mengedepankan pada asas manfaat bangunan Wisma Haji. ¬†‚ÄúSebenarnya yang paling penting adalah asas manfaat dari bangunan tersebut. Tapi sampai detik ini kontraktor tidak mempunyai keinginan baik, akhirnya kan jadi percuma. Padahal kan tujuan kita kemarin mengejar untuk penggunaan jamaah haji tahun 2018 ini,‚ÄĚ ujarnya lagi.

Sedangkan masalah teknis bangunan, ia menyarakan untukmenyerahkan kepada pihak-pihak terkait, apakah jadi masalah atau tidak, dan lainnya. ¬†‚ÄúBagi kami Wisma Haji ini bisa bermanfaat bagi jamaah. Karena tujuan untuk itu adalah memanfaatkannya. Apalagi kita diperhadapkan dan berharap embarkasi haji kedepan itu ¬†dari Kota Palu. Nah kalau ini tidak selesai akan menghambat semuanya,‚ÄĚ tandasnya.

Mengenai banyaknya sub-sub bangunan yang diragukan kekuatannya, misalnya plafon dan tegel yang retak, ia kembali mengatakan itu kewenangan  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Karena Badan pemeriksa yang mempunyai kewenangan, untuk memeriksa dan menilai apakah bangunan termasuk sub-sub bangunannya itu berkualitas atau tidak. Begitu juga Satker dan konsultan yang akan memberikan hasil, apakah sudah layak atau tidak, apakah sesuai dengan spek atau tidak. Sebab mungkin sudah bagus untuk kita, tetapi tidak layak berdasarkan speknya, “ pungkasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.