Soal Abu Tour Travel, Kemenag Sulteng Serahkan ke Proses Hukum

- Periklanan -

PALU – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, belum mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan kasus dugaan penipuan Abu Tours Cabang Palu. Kasus yang sudah bergulir ke ranah hukum ini, kini tidak lagi ditangani oleh Kemenag, karena Kemenag kapasitasnya hanya sebagai mediator dalam kasus ini.

Kantor Abu Tours Cabang Palu di-police line aparat kepolisian, sebagai tanda bahwa asset milik perusahaan tersebut sedang dalam pengawasan kepolisian. (Foto: Mugni Supardi/Radar Sulteng)

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Informasi Haji dan Umrah, Haris, ditemui Rabu (18/4) kemarin.  “Sejauh ini yang saya ketahui, sudah masuk semua laporanya di Polda Sulteng, kalau di Kemenag sendiri terakhir, hanya menfasilitasi untuk mereka rapat dengan pengacara,” tuturnya.

Kata dia, hingga saat ini,  belum ada tambahan jamaah Abu Tours asal Sulawesi Tengah yang melapor. Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) membuka layanan atau akses untuk jamaah yang juga menjadi korban dari PT Abu Tours.

“Saya belum tahu pasti informasi jumlahnya berapa, yang pasti ada sekitar seratus lebih yang melapor, kalau masih ada jamaah yang merasa menjadi korban, bisa lapor ke kami nanti, kami arahkan ke Polda Sulteng atau bisa juga langsung ke Polda Sulteng,” katanya.

Berdasarkan pengamatanya kasus serupa yang terjadi di Makassar kini sudah melalui proses persidangan dan kata dia, dalam persidangan pihak PT Abu Tours diberikan waktu untuk melakukan pengembalian uang setoran biaya perjalanan ibadah Umrah kepada jamaah.

- Periklanan -

“Informasi terakhir, saya dengar seperti itu, kalau nantinya ada itikad baik seperti itu untuk jamaah di Palu, kemudian pihak jamaah sepakat, kami sebagai mediator akan kawal prosesnya, sementara sejauh ini di Palu masih dalam tahap pelaporan,” tegasnya.

Lanjut Haris menegaskan, sejak dicabutnya izin operasional Abu Tours, otomatis jasa travelnya dinyatakan tidak bisa menerima jamaah baru dan memberangkatkan jamaah.

“Semenjak izin dicabut, hanya dua opsi saja yang mereka harus lakukan, pertama mengembalikan dana jamaah, kedua memberangkatkan, tapi mereka harus menggunakan travel lain, artinya PT Abu Tours, menanggung semua biaya pemberangkatan di travel lain, tapi keputusanya kita kembalikan lagi dari jamaah mau opsi yang mana“ tutupnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono menyampaikan, jika sampai saat ini jumlah pengaduan para calon jamaah abu tours di Pos aduan Ditreskrimum Polda Sulteng belum bertambah. Jumlah korban masih 104 orang yang melapor. Sementara untuk penyegelan kantor Abu Tours yang ada di Jalan Hajihayun hanya sebatas melakukan pengamanan.

Dia menambahkan, langkah yang dilakukan Polda Sulteng masih sebatas penyelidikan, dan ditetapkan bahwa laporan aduan sampai saat untuk para korban belum bertambah. “Sampai saat ini masa melapor masih sebanyak 104, setelah laporan itu, berhenti sampai sekarang ada aduannya masih sebanyak jumlah tersebut dan belum ada informasi yang melapor kembali. Namun kami tetap melakukan penyelidikan dan datanya selalu akan dihimpun apabila ada informasi lebih lanjut,” ungkapnya, Rabu (18/4) kemarin saat ditemui diruang kerjanya.

Melihat kondisi kantor yang sudah lama tidak ada aktifitas, maka Polda Sulteng untuk melakukan penjagaan pengamanan agar tidak terjadi adanya tindakan kriminilitas pada kantor tersebut maka dilakukan pemasangan police line. “Hanya sekadar pengamanan untuk pembatasan kantor Abu Tour dengan police line sebab jangan ada potensi gangguan yang tidak diinginkan kedepannya,” kata Hery.

Kemudian, untuk pemeriksaan terhadap pihak Abu Tours belum dilakukan dan belum pada tahap tersebut. Sama halnya dengan para agen yang ada sangkut paut dengan persoalan ini seperti yang dilaporkan para jamaah Umroh. “Kalau soal pemeriksaan kepada Abu Tours dan agen belum dilakukan, kami masih tahap penyelidikan, dan pemeriksaan pihak-pihak bersangkutan juga masuk tahap penyelidikan,” jelas Hery. (cr8/who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.