SNMPTN 2018 Dibuka Februari

- Periklanan -

PALU – Usai di-launching pada 12 Januari 2018 di Jakarta oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 akan dibuka 21 Februari hingga 6 Maret 2018 mendatang.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako, Prof Sutarman Yodo (kiri) bersama Humas SNMPTN dan SBMPTN, Darsikin pada konferensi pers Rabu (17/1). (Foto:krisitina Natalia)

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Sutarman Yodo SH MH, mengatakan, tahap pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sedang berlangsung. Terhitung 13 Januari, sekolah wajib melakukan pengisian PDSS sampai pada waktu yang telah ditentukan yakni 10 Februari 2018.

Informasi penting ini disampaikannya pada konferensi pers tentang tahapan dimulainya SNMPTN 2018 yang dilangsungkan siang kemarin (17/1), di gedung Rektorat Universitas Tadulako. Sutarman menyampaikan, SNMPTN 2018 telah dilauncing oleh Menristekdikti yang didampingi oleh rector perguruan tinggi se Indonesia pada 12 Januari di Jakarta. “Insya Allah dalam waktu dekat seluruh perguruan tinggi akan disibukan dengan kegiatan ini,” sebutnya.

Ada yang berbeda dengan pelaksanaan SNMPTN 2018. Jika sebelumnya pada pelaksanaan SNMPTN mengutamakan nilai akhir kelulusan dan tes secara tertulis, maka SNMPTN 2018 calon mahasiswa tidak lagi mengikuti tes secara tertulis melainkan melalui prestasi akademik selama tiga tahun duduk di bangku SMA.

Dijelaskannya, pelaksanaan SNMPTN ini adalah wujud upaya membangun sistem pendidikan secara integral dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Selain itu, ada beberala hal yang menjadi landasan konseptual pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2018. Diantaranya yakni, pertama membangun satu kesatuan sistem pendidikan nasional melalui integrasi vertical pendidikan menengan dengan pendidikan tinggi.

- Periklanan -

Kedua, memberikan pengakuan terhadap semua prestasi akademik siswa selama menempuh pendidikan menengah sebagai pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Ketiga, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh siswa lulusan sekolah menengah yang mempunyai prestasi akademik terbaik diseluruh Indonesia untuk dapat mengikuti pendidikan tinggi program sarjana di selutruh perguruan tinggi negeri di Indonesia tanpa deskriminasi.

Keempat, memberikan peran-peran kepada sekolah menengah untuk ikut bersama-sama dengan perguruan tinggi negeri dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Kelima, membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan edukasi nasional penggunaan teknologi informasi.

Ketujuh yakni sebagai wahana perekat bangsa karena diikuti oleh siswa lintas wilayah diseluruh Indonesia sehingga dalam kampus perguruan tinggi negeri terbangun komunikasi Bhineka. “Kesempatan untuk semua siswa di seluruh Indonesia, itu artinya siswa asal Jawa bisa mendaftar di daerah lain, begitu juga siswa yang ada di Sulteng, boleh mendaftar untuk melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri di daerah lain. selain itu, pada SNMPTN ini juga memberikan peran kepada guru di SMA untuk ikut berpartisipasi menentukan mahasiswa baru di perguruan tinggi,” terangnya.

Pada perkembangannya, 2016 persyaratan sekolah terkait jumlah siswa yang diperbolehkan untuk mengikuti jalur SNMPTN ditentukan oleh akreditasi. Jika akreditas sekolah tersebut A, maka jumlahnya 75 persen. Tahun 2017 mengalami perubahan dan turun menjadi 50 persen. sementara 2018 tetap sama pada yakni 50 persen. Sedangkan yang akreditasi B hanya 30 persen, akreditasi C 10 persen dan sekolah yang belum terakreditasi hanya 5 peren. “Misalnya SMAN 1 jumlah siswanya 500 orang, ketika akreditasnya A maka hanya 250 yang terbaik yang boleh ikut SNMPTN. Dari 50 orang yang ikut maka jumlah itu akan bersaing lagi dengan siswa lain dari sekolah lain,” jelasnya.

Untuk dasar peraturan, Sutarman mengatakan masih sama dengan aturan yang diterapkan dalam pelaksanaan SMMPTN dan SBMPTN sebelumnya, yakni Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi. Kemudian, Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi negeri, sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2015.

Sementara itu, Humas SNMPTN dan SBMPTN, Darsikin menambahkan, tahun ini pelaksanaannya dipercepat karena penerimaan tidak dipertimbangkan pada nilai UN melainkan prestasi akademik selama tiga tahun di bangku sekolah tingkat SMA. Untuk calon mahasiswa yang tidak lulus pada jalur SNMPTN, masih ada kesempatan 10 hari untuk ikut kembali pada jalur SBMPTN.

Pada kerangka waktu SNMPTN 2018, pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada 17 April 2018 dan pendaftaran ulang peserta yang lulus SNMPTN akan dilaksanakan 8 Mei bersamaan dengan ujian tulis SBMPTN. “Presentasi SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu minimal 30 persen untuk SNMPTN, kemudian minimal 35 persen untuk SBMPTN dan maksimal 30 persen untuk SMMPTN. Dari jumlah itulah yang akan ditotal untuk bisa diterima,” pungkasnya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.