Sniper SAS Bunuh Tiga ISIS dengan Satu Peluru

- Periklanan -

Ilustrasi (Giles Penfound/MOD via jpnn.com)

TIM pasukan khusus Inggris, SAS (Special Air Service) menembak tiga anggota ISIS di Mosul yang sedang mengancam puluhan wanita dan anak-anak, November lalu.

Ini bukan laporan biasa. Daily Star baru mengungkapnya, Minggu (22/1) lalu. Tiga anggota ISIS tersebut tumbang dengan satu peluru yang ditembakkan oleh salah seorang sniper SAS, yang dibantu seorang spotter-nya sebagai pengarah.

Peluang dari keberhasilan keputusan yang diambil sang sniper yang tidak disebutkan namanya ini hanya ‘satu dalam satu juta’.

Sang sniper menggunakan senapan L115A dengan peluru .338 Lapua Magnum. Dia menembak dari jarak 1.800 meter ke sasaran. Dia membunuh dua orang langsung, sebelum peluru tersebut kemudian memantul ke dinding dan mengenai satu orang ISIS lainnya.

- Periklanan -

“Seluruh kejadian itu selesai dalam sekejap. Tidak ada yang cukup bisa percaya apa yang terjadi. Namun itu terjadi,” ujar seorang sumber kepada Daily Star.

Sebelumnya, pasukan SAS telah melacak unit ISIS lengkap dengan senapan mesinnya mengancam nyawa warga di Mosul. Peluru mengenai target pertama yang sedang memegang pistol. Kena di kepala, menembus dan kemudian mengenai dada target kedua.

Peluru tersebut juga tembus dan mengenai dinding. Pantulannya kemudian mengenai leher target ketiga. Dua target awal tewas seketika, sementara orang yang ketiga tewas sekitar 30 detik kemudian.

Setelah kejadian, pasukan SAS memasuki rumah untuk mengonfirmasi korban dan sandera yang selamat.

“Ada beberapa anggota SAS di masa lalu yang bisa melakukan hal yang sama. Namun tidak cukup seperti itu. Tiga tewas dalam satu tembakan akan masuk dalam sejarah resimen,” ujar sumber tersebut. (adk/jpnn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.