Siswa Pindah Sekolah Harus Sesuai Zona

- Periklanan -

Ilsutrasi. (Foto: Jpnn)

PALU – SDN Inti 10 Palu sudah menolak beberapa siswa yang ingin pindah ke sekolah ini. Pasalnya, selain karena sistem zonasi, sekolah yang terletak di Jalan Mawar, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu itu kekurangan ruang kelas.

Kepala SDN Inti 10 Palu, Pilizer Petolawa mengatakan di hari pertama sekolah, Senin (17/7), ada beberapa orang tua siswa yang menghadap kepadanya untuk memindahkan anaknya ke sekolah yang dipimpinnya itu. Namun Pilizer menjelaskan pihaknya tidak bisa sertamerta menerima siswa pindahan.

“Hari ini saja sudah ada 8 orang tua siswa yang ingin pindahkan anaknya ke sini,” aku Pilizer kepada Radar Sulteng, Senin (17/7).

Selain karena terhalang sistem zonasi, Pilizer juga mengungkapkan kekurangan kelas. Untuk tahun ini saja, sekolah tersebut hanya bisa menerima 28 siswa karena hanya memiliki kuota 1 kelas.

Terkait dengan siswa yang akan pindah tersebut, Pilizer mengatakan masih merupakan warga Palu. Sehingga untuk pindah, harus dengan alasan yang tepat dan masih dalam zona yang ditentukan. “Kita juga tetap gunakan zonasi untuk siswa pindahan,” tandasnya.

- Periklanan -

Disinggung soal pembelajaran di tahun ajaran baru, Pilizer menjelaskan, SDN Inti 10 Palu sudah menerapkan Kurikulum tahun 2013 (K13) dalam proses pembelajaran. Penggunaan K13 kata dia, memudahkan guru dan siswa dalam proses pembelajaran karena menggunakan sistem terpadu.

“Sistem terpadu ini menggabungkan antara beberapa mata pelajaran dalam satu pertemuan,” jelasnya.

Hal tersebut kata dia, memudahkan siswa karena tidak perlu lagi banyak-banyak membawa buku dari rumah ke sekolah. Selain itu, buku pedoman juga sudah disiapkan dari Dinas Pendidikan di masing-masing sekolah.

“Untuk yang menerapkan K13 memang sudah disiapkan buku pedoman pembelajaran. Bukunya sudah kita siapkan. Rabu (hari ini, Red) kita akan mulai pembelajarannya setelah bersih-bersih di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Palu, Ansyar Sutiadi, dikonfirmasi kemarin (18/7) menjelaskan, untuk penerimaan siswa pindahan, baik SD maupun SMP, juga tetap harus memperhatikan zonasi. “Tidak bisa juga sembarang pindah. Harus sesuai zona,” kata Ansyar.

Saat ini, pihak Disdik lanjut dia, sedang mendata kembali pasca aktifnya sekolah terkait sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa. Sehingga jika ada siswa pindahan, akan diarahkan ke sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa tersebut.

“Ini kita masih kaji dulu. Jumlah siswa di sekolah-sekolah juga kita akan minta sehingga jika ada siswa pindahan, akan diarahkan ke sekolah yang masih kekurangan,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.