Sisa Kelompok MIT Semuanya Orang dari Luar Poso

- Periklanan -

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi di Poso, Jumat (9/3). (Foto: Budiyanto Wiharto)

POSO-Kepala Polda Sulteng Brigjen Pol Rudi Sufahriadi, memastikan tak ada satu pun orang Poso di dalam 9 orang sisa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang sekarang masih diburu seribuan pasukan gabungan operasi Tinombala 2017, di wilayah gunung biru Poso Pesisir dan Napu Kabupaten Poso.

Sebelum tewas dan ditangkap, Santoso dan Basri merupakan dua nama terakhir orang Poso yang ada dalam kelompok teroris MIT. “Semua dari luar. Ali Kalora itu bukan orang Poso. Hanya namanya saja yang pakai nama Poso (Kalora, red),” jelasnya pada wartawan di Poso, kemarin.

- Periklanan -

Diketahui, Kalora merupakan nama sebuah desa di Kecamatan Poso Pesisir Utara. Sembilan orang MIT sisa kelompok Santoso yang belum berhasil ditangkap selain Ali Kalora alias Ali Ahmad tersebut adalah, Askar Hidayat alias Pak Guru (Bima/NTB), Adji Pandu Suwotomo alias Sobron (Jawa), Basir alias Romzi (Bima/NTB), Nae alias Galuh (Bima/NTB), Abu Alim (Bima/NTB), Moh Faizal alias Kobar (Malino/Morowali), Firdaus (Bima/NTB), dan Qatar alias Farel (Jawa). Meski jumlahnya masih sembilan orang, mereka tidak memiliki pemimpin yang mengatur dan mengendalikan kelompoknya. “Kelompok 9 ini tidak ada pimpinannya. Ali Kalora bukan pimpinannya,” tandas Kapolda.

Menyusul belum tertangkapnya Ali Kalora Cs, Mabes Polri pun memperpanjang masa operasi Tinombala selama 3 bulan kedepan. Operasi yang akan putus pada 3 April nanti ini baru akan berakhir 3 Juli mendatang. Sampai saat ini, teroris Ali Kalora masih bersembunyi di wilayah hutan pegunungan Poso Pesisir dan Napu. Penambahan waktu masa operasi Tinombala tersebut disampaikan langsung Asisten Kapolri Bidang Operasi, Irjen Pol Unggung Cahyono, Selasa (14/3).

“Operasi ini akan kita lanjutkan dalam bentuk operasi kewilayahan untuk tiga bulan kedepan,” jelasnya usai menggelar rapat analisa dan evaluasi (Anev) Operasi Tinombala di Mapolres Poso. Perpanjangan umur operasi juga dimaksudkan guna memberikan rasa aman dan nayaman masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya bagi warga Poso.

Menurut Unggung, tak ada perubahan dalam struktur pelaksana dan juga jumlah pasukan dalam penambahan masa operasi tiga bulan kedepan.  “Penaggung jawanb operasi masih bapak Kapolda. Jumlah kekuatan pasukannya juga tetap. Tidak berkurang dan tidak ditambah. Yaitu 1.900 orang,” terang jendral bintang dua di pundak ini. Sandi operasi pun tidak berubah, masih tetap “Tinombala”.(bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.