PERISTIWASULAWESI

Sineas Muda Palu Dukung Kompetisi Film Pendek Islami

Mohammad Ifdhal (FOTO : ISTIMEWA)
Dilihat

PALU-Sejumlah sineas muda kota Palu menyambut positif Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) tahun 2022. Kementerian Agama (Kemenag) dinilai tepat menjadikan ajang adu bakat seni film pendek sebagai sarana menyampaikan syiar agama Islam yang moderat, serta sarana meningkatkan rasa cinta dan bangga bagi generasi muda terhadap seni budaya Islam.

Menurut Mohammad Ifdhal, Director and Scripwriter Palu, medium audio visual merupakan medium paling cepat diterima masyarakat untuk menyampaikan informasi, edukasi dan pesan.

“Dan bagi anak muda, film adalah media yang pas buat kalangan usia mereka,” kata Ifdhal yang pada 2018 lalu karya filmnya (Lagundi) terpilih sebagai film favorit kompetisi film pendek Bank Indonesia.

Pria jebolan Workshop Penyutradaraan Kinosaurus Jakarta tahun 2020 ini menuturkan, selain berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi dan edukasi, festival film merupakan ajang silaturrahim bertukar pikiran bagi pembuat film dan penontonnya.

Dari tahun 2010 hingga saat ini, lanjut Ifdhal, komunitas film pendek di kota Palu bahkan Sulawesi Tengah bertumbuh dengan sangat baik. Namun disaat yang bersamaan kegiatan festival daerah masih terbilang cukup sedikit. Sehingga kehadiran KFPI tentu membuka pintu bagi pembuat film untuk menyalurkan bakat.

“Harapan saya, KFPI ke depan tetap tumbuh dan konsisten untuk terus mengapresiasi karya film generasi muda,” ujar Ifdhal.

Peraih predikat writer and director film terbaik pada Anti Corruption Film Festival tahun 2020 itu menambahkan, selain menyosialisasikan pemahaman agama dan nilai-nilai moderasi beragama dengan pendekatan agama, KFPI juga merupakan tempat bertumbuhnya bakat-bakat baru filmmaker di daerah, termasuk Kota Palu dan Sulawesi Tengah.

Sementara itu Yusuf Radjamuda, sutradara muda berbakat Kota Palu tak kalah antusias menyambut gelaran iven KFPI. Usai menerima informasi dari Seksi Penais dan Sistem Informasi Kanwil Kemenag Sulteng, sutradara terbaik di Festival Cinema di Perancis ini seketika menyatakan siap untuk mendukung suksesnya pelaksanaan KFPI.

“Siap pak, saya segera share ke teman-teman komunitas film di Sulteng,” tulis Yusuf melalui akun whatsapp pribadinya. Pemilik rumah produksi “Halaman Belakang Films” ini bahkan kritis menyampaikan beberapa saran terkait kriteria film yang telah ditetapkan panitia.

Kompetisi Film Pendek Islami akan digelar serentak di seluruh Indonesia mulai Pebruari hingga Agustus 2020. Mengusung tema “Ku Syiar Islam dengan Caraku”, ivent tahunan Ditjen Bimas Islam ini memperebutkan total hadiah bagi juara I hingga harapan III sebesar Rp 26 juta pada tingkat provinsi.. Sedangkan tingkat nasional memperebutkan total hadiah Rp 150 juta.

Seleksi penjurian dilakukan dua tahap. Tahap pertama di tingkat provinsi pada Juni hingga Juli 2022. Selanjutnya tiga karya film terbaik setiap provinsi diikutsetakan pada kompetisi tingkat nasional pada Agustus 2022.

“Untuk tingkat nasional, Insya Allah dewan juri diketuai oleh Christine Hakim, tokoh perfiliman Indonesia,” kata Sofyan Arsyad, Sub Koordinator Seksi Penais dan Sistem Infomasi.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.