Siap Pidanakan Oknum yang Catut Nama Radar Sulteng

- Periklanan -

PALU – Masyarakat Sulawesi Tengah diminta kritis ketika bertemu oknum yang mengaku sebagai wartawan Radar Sulteng maupun media online Radarsulteng.id. Pasalnya, banyak oknum yang mengaku berasal dari media Radar, yang diasumsikan sendiri oleh narasumber sebagai wartawan Radar Sulteng.

Informasi yang dihimpun Radar Sulteng, menyebutkan oknum wartawan itu kerap melakukan sejumlah aksi tidak terpuji. Seperti memeras narasumber dan meminta sejumlah uang dengan dalih sumbangan kegiatan. Hal ini seperti yang dialami oleh Polres Palu, yang didatangi oknum wartawan yang mengaku berasal dari Radar Online, meminta bantuan sumbangan kegiatan 17 Agustus. “Beruntung Humas Polres tanyakan ke saya, dan saya sampaikan oknum tersebut bukan bagian dari Radar Sulteng Group,” ujar Wahono, wartawan Radar Sulteng yang kerap meliput di Mapolres Palu.

- Periklanan -

Terkait hal itu, Pemimpin Redaksi Radar Sulteng, Murthalib SH meminta kepada masyarakat atau narasumber, ketika bertemu oknum yang mengaku dari media Radar, harus kritis dan bertanya balik media Radar yang dimaksud apakah Radar Sulteng atau media online Radarsulteng.id. “Karena mindset masyarakat Sulawesi Tengah, ketika disampaikan dari Radar, yah berarti Radar Sulteng,” sebut Murthalib.

Bila oknum tersebut berkeras dari media Radar Sulteng, langkah selanjutnya yang harus diambil adalah meminta identitas berupa id card atau langsung mengonfirmasi ke Redaksi Radar Sulteng. Seluruh wartawan Radar Sulteng, baik Radar Sulteng koran maupun radarsulteng.id, selalu dibekali tanda pengenal (ID Pers) dan terikat dengan kode etik jurnalistik. Pemred Radar Sulteng pun menegaskan, tidak akan segan-segan memperkarakan oknum yang mencatut nama Radar Sulteng. “Kalau memang terbukti dia pakai nama Radar Sulteng dan bukan pegawai Radar Sulteng untuk mencari keuntungan pribadi, kami siap untuk mempidanakan oknum tersebut. Narasumber juga yang merasa diperas langsung saja laporkan ke kepolisian,” tegasnya.

Kasus penipuan dan pemerasan yang kerap dilakukan oknum yang membawa-bawa nama wartawan sendiri, kata Murthalib selain memang meresahkan masyarakat maupun pejabat, juga dinilainya mencederai profesi wartawan. Wartawan kata dia, sejatinya bertugas mencari berita sesuai fakta untuk kepentingan umum, bukan untuk keuntungan pribadi. “Masyarakat juga harus membantu memerangi oknum-oknum wartawan semacam itu,” tandasnya. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.