Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Setiap Tahun, Ratusan Pasien RS Undata Dirujuk Keluar

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (@jabar.pojoksatu.id)

PALU– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu menyatakan kewalahan melayani pasien beberapa tahun terakhir. Ini akibat beberapa keterbatasan yang dialami rumah sakit itu, baik sarana dan prasarana maupun tenaga medis.

Dari data rujukan pasien keluar daerah di RSUD Undata Palu pada 2015, jumlahnya 961 pasien rujukan keluar. Sementara 2016, pasien rujukan keluar mengalami peningkatan 964 orang. Dan awal Januari hingga Juli 2017, sudah 643 pasien yang dirujuk keluar Palu. Jumlah ini diperkirakan masih akan meningkat hingga Desember nanti.

Kepala Bidang Pelayanan Medik, drg Jimmy Lee membenarkan bahwa adanya rujukan keluar Kota Palu disebabkan beberapa faktor. Apalagi RSUD Undata Palu sebagai rumah sakit top periferal atau rumah sakit rujukan terakhir. “Dengan status top periferal, RSUD Undata tidak dapat merujuk pasien ke rumah sakit lainnya di Sulawesi Tengah,” ujarnya kepada Radar Sulteng, Rabu (2/8).

Faktor penyebab lain sehingga adanya rujukan pasien keluar Kota Palu, karena kasus penyakit lanjutan dan alat penyembuhannya tidak ada di RSUD Undata. Seperti penyakit kanker dan tumor yang tentunya perlu penanganan medis dengan lengkap. “Apalagi jika pasien mengalami penyakit jantung dan akan melakukan pembedahan atau pasang cincin, sehingga perlu alat yang memadai,” kata Jimmy ditemui di kantornya kemarin (2/8).

Menurutnya, faktor berikutnya sehingga ada rujukan keluar Palu kurangnya ketenagakerjaan yang lebih spesifik. Di Undata banyak dokter, tetapi kurangnya dokter ahli atau yang bersifat Sub spesialistik atau kelas atas misalnya ahli spesialis dalam, seperti penanganan ginjal atau hipertensi menjadi ahli spesialis-spesialis.

Jimmy juga mengungkapkan, ke depan bila Undata lebih mantap, maka mesti dipenuhi ketersediaan infrastruktur, sarana dan prasarana medis, termasuk tenaga medis dan paramedis yang memadai jumlahnya maupun kualifikasinya.

“RSUD Undata sudah cukup maksimal dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga cukup kewalahan,” ungkapnya.

Apalagi saat ini RSUD Undata Palu masih bertipe B dan masih memiliki 335 tempat tidur rawat inap. “Ke depan, RSUD Undata Palu akan berbenah untuk naik menjadi RSUD bertipe A, dengan jumlah sarana dan prasarana yang memadai,” demikian Jimmy. (cr2)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.