Setiap Hujan Deras, Palu Selalu Digenangan Air

- Periklanan -

Kondisi Jalan Karajalemba yang tergenang air akibat hujan deras yang terjadi , Kamis (10/12). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Hujan dengan intensitas lebat mengguyur Kota Palu, Kamis pagi (10/12) menyebabkan sejumlah aliran sungai Palu meluap dan sejumlah titik di dalam kota tergenang banjir.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas II Mutiara Sis Aljufri Palu sampai mengeluarkan peringatan cuaca dini bahwa akan berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan kilat serta angin kencang di wilayah Kota Palu sejak pukul 04.00 Wita hingga 06.00 Wita, kemarin.

“Wilayah lain yang mendapat peringatan dini juga di Kabupaten Sigi, Donggala, Parimo, Touna, Morowali, Morowali Utara, Tolitoli dan Buol,” kata Kepala Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Klas II Mutiara Sis Aljufri Palu, Warjono.

Untuk Palu, BMKG memprediksikan Kota Palu akan diguyur hujan pada Kamis kemarin.

Kondisi Jalan Walet yang amblas akibat terkikis luapan air sungai, Kamis (12/10). (Foto: Mugni Supardi)

Dengan kondisi alam itu beberapa ruas jalan di Kota Palu menjadi tergenang akibat luapan air. Seperti yang terjadi di Jalan Karanja Lembah, air sampai menggenangi badan jalan. Kendaraan roda dua sampai mogok di tengah genangan air yang berwarna kecokelatan itu.

“Ini luapan dari tanggul Petobo,” kata Suwi, salah seorang warga Karanja Lembah ditemui dilokasi.

Suwi mengungkapkan, kondisi tanggul Petobo yang ditutup mengakibatkan air luapannya mengarah ke rumah warga sekitar tanggul, sampai menyeberangi jalan Dewi Sartika hingga Karanja Lembah melalui drainase.

“Saya kan punya bengkel, dari pagi sampai siang ini belum buka karena air sampai masuk ke bengkel saya,” tuturnya.

Akibat hujan deras juga mengakibatkan salah satu titik jalan di Jalan Walet, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan tepat berdampingan dengan aliran sungai yang berasal dari Kawatuna amblas dengan lebar kurang lebih tiga meter dan panjang sepuluh meter. Area jalan yang amblas itu beberapa saat kemudian diberikan tanda agar pengendara berhati-hati dan hanya bisa dilalui roda dua.

Ketua RT 01/04, Kelurahan Birobuli Utara, Jurnih Yelaparia mengungkapkan jalan amblas itu terjadi sekitar 07.00 Wita.

Menurutnya, amblasnya jalan tersebut karena terkikis dari material bawah aspal. Sedangkan untuk beton tanggul tepat di jalan yang amblas itu masih dengan kondisi yang utuh.

- Periklanan -

“Instansi terkait belum ada yang datang untuk meninjau, proses amblasnya masih ada hingga sekarang,” kata Jurnih ditemu sekitar pukul 10.00 Wita.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Singgih B Prasetyo menyebutkan telah memerintahkan anggotanya untuk meninjau kondisi di lapangan terhadap lokasi jalan yang amblas untuk mengevaluasi apa yang harus dilakukan selanjutnya. Sebut Singgih, jika dilihat dari video lapangan yang dia terima ada gerusan air yang masuk ke dalam melewati beton, tetapi dinding betonnya  terlihat masih utuh.

“Rencana kita timbun, secepatnya hari ini (kemarin, red) kalau tidak ada halangan, atau besok (hari ini, red). Ini di luar kuasa kita, murni karena alam,” terangnya.

Dia mengakui, kondisi sungai di sekitar jalan amblas tidak terlalu besar, berbeda dengan aliran Sungai Pondo.

“Banjirnya tidak terlalu besar, dibandingkan dengan Sungai Pondo yang jauh lebih besar sekarang. Semoga tidak terjadi apa-apa,” harap Singgih.

Sementara dari pantaun Radar Sulteng di aliran Sungai Pondo tepatnya di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, beberapa warga ada yang sedang melihat kondisi arus sungai di atas jembatan Jalan Suprapto samping Kantor Kelurahan Talise.

“Airnya cukup besar, tetapi rumah warga dibantaran sungai masih aman. Hanya saja yang dikhawatirkan tanggulnya terkikis air,” sebut Safrudin salah seorang warga di Talise.

Sementara Lurah Birobuli Utara Asmin Bado ditemui di lokasi jalan amblas di Jalan Walet mengatakan, hujan deras yang terjadi, mengakibatkan sebuah titik di jalan Walet amblas, disebabkan aliran air sungai yang melintas dari Kelurahan Kawatuna, melewati Kelurahan Lasoani, Birobuli Utara, dan Tatura Utara, cukup besar dan tepat berada di samping jalan tersebut.

“Awal kejadianya karena kondisi hujan yang sangat deras, sehingga membuat masuknya air hujan di cela-cela pondasi dan tikungan jalan. Maka timbulah  longsor kecil atau jalur jalan jebol,” tuturnya saat memantau di lokasi kejadian.

Sebagai antisipasi menghindari hal yang tidak diinginkan, oleh warga setempat dipasangi tanda peringatan bagi pengendara yang melintas.

Senada dengan itu Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu Ir  Syarifudin, yang juga meninjau kondisi jalan tersebut mengatakan, hulu aliran air sungai tersebut berada di perbatasan Parigi dan Kota Palu.

Untuk penanganan selanjutnya kata dia, akan segera melakukan penimbunan pada akses jalan yang jebol, serta mendirikan kembali brojong untuk mengatasi aliran air yang deras ketika hujan.

Dia pun mengaku akan berkoordinasi dengan pihak Balai Sungai. “Antisipasinya akan dilakukan pada sore hari (kemarin). Dan kami berharap akan segera usai perbaikan jalan ini sebelum esok hari. hingga akses pengendara atau pejalan kaki  kembali pulih,” ujarnya.(acm/cr1)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.