Setelah Video Bakar Motornya Viral, Kakek Sapri Akui Kesal

- Periklanan -

PALU – Kakek yang sepat viral di media sosial, karena mencoba membakar sepeda motornya, akhirnya angkar suara. Apa yang dilakukannya tersebut, bentuk dari kekesalannya, yang sudah memohon maaf kepada aparat Polantas atas kelalaiannya itu, namun tidak juga mendapat kebijaksanaan.

Sapri (Foto; Wahono)

Aksi nekat itu, diakui Sapri (69), terjadi usai dirinya terjaring razia aparat Satlantas Polres Palu, di Jalan Kemiri, Palu Barat, pada Jumat (21/1) lalu, sekitar pukul 08.00 wita. Saat itu, Sapri mengaku hendak membeli semen di sekitar Pasar Inpres Manonda. Sebelum sampai di Pasar Inpres, dirinya sudah dihentikan oleh sejumlah anggota Polantas.

Dirinya ditahan, karena saat itu tidak mengenakan helm dan tidak melengkapi surat-surat kendaraan bermotornya. Namun, kakek yang hidup sebatang kara itu, mengaku lupa menggunakan helm karena buru-buru ingin membeli semen. Sedangkan untuk surat-surat kendaraan, memang sudah tidak ada lagi, karena sepeda motor miliknya itu, merupakan sepeda motor tua keluaran tahun 1980an dan sudah bebas pajak.

- Periklanan -

Akhirnya petugas bersikukuh bahwa sepeda motor tersebut harus dibawa ke Mapolres Palu. Dia pun sempat meminta maaf dan meminta kebijakan agar sepeda motornya itu, tidak dibawa karena ingin dipakai untuk membeli semen. “Tapi polisi tetap tidak mau,” ujarnya.

Apa yang dilakukan aparat kepolisian itu, dianggapnya tidak memiliki kebijaksanaan, sehingga dirinya pun kesal dengan membuka sadel dan penutup tangki, serta membakar tangki sepeda motor dengan macis gas. Saat ini, warga Kelurahan Ujuna ini pun, pergi bekerja sebagai buruh kasar, hanya berjalan kaki, setelah sepeda motornya itu diamankan oleh petugas. “Saya kerja nanti ada panggilan kerja, seperti beli semen itu, saya disuruh orang, pulang dari situ saya diupah. Dan upahnya tidak menentu, seikhlasnya saja,” kata Sapri.

Hingga saat ini, dirinya belum melakukan pengurusan motor yang diamankan Satlantas Polres Palu, bahkan dirinya tidak mengetahui dimana keberadaan motor tersebut.  “Tidak sempat saya mau mengurus motor, karena sekarang saya kesana kemari hanya jalan kaki, kalau ada motor tetangga, saya baru keluar rumah,” ungkapnya.

Sapri memiliki harapan besar, agar motornya bisa kembali dan tidak dikenakan tilang oleh aparat. “Saya harapkan bisa kembali lagi motor saya yang sudah 14 tahun saya gunakan,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Palu AKP Hangga Utama Darmawan membenarkan,  kejadian tersebut. “Kalau untuk kejadian pembakaran motor saat kami lakukan razia memang benar itu terjadi,” singkat Hangga, tanpa mau berkomentar banyak atas apa yang dilakukan anggotanya di lapangan. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.