Setelah Makassar, Film Silariang Diputar di Palu

- Periklanan -

Bisma Karisma (dua dari kanan) memberi keterangan sebelum pemutaran film Silariang di XXI PGM, Senin (15/1). (Foto: Kartika)

PALU – Setelah berhasil meramaikan bioskop Kota Makassar, Senin (15/1) kembali menayangkan film Silariang, besutan sutradara Wisnu Adi dan Kunun Nugroho, di Kota Palu. Pemilihan Kota Palu sebagai kota kedua pemutaran film Silariang karena unsur budaya dan kekerabatan yang dianggap kuat dengan daerah Makassar sebagai wilayah timur Indonesia.

Silariang yang berarti kawin lari merupakan film yang mengangkat adat istiadat suku Bugis Makassar, yang bercerita tentang kisah cinta antar dua anak muda yang saling mencintai. Namun keduanya mendapat penolakan dari orang tua, hanya karena silsilah keluarga dari salah satu pasangan yang merupakan bangsawan, yang dianggap tabu jika menikah dengan yang bukan bangsawan.

Bisma Karisma, selaku pemeran utama bernama Yusuf dalam konferensi pers mengaku sedikit kesulitan dalam menyesuaikan dengan budaya Makassar. Dimana menurutnya sedikit keras. Sementara ia sendiri berdarah Sunda, sehingga membutuhkan waktu untuk mengenal cara orang Makassar berkomunikasi dengan orang tua dan kekasih, dari dialek dan gestur yang berbeda.

“Jadi itu penyesuaian yang harus saya pegang dulu sebelum saya akhirnya syuting,” tuturnya.

- Periklanan -

Melakukan proses syuting di daerah panas dan sempat mengalami hujan deras, membuat mantan personil boy band Smash itu jatuh sakit hingga dirujuk ke Makassar, untuk masa penyembuhan sebelum akhirnya kembali menyelesaikan syuting.

“Di situ kondisi syuting memang cukup seru sih, dalam artian hujan gede banget, terus panas yang panas banget, saya sampai jatuh sakit selama 4 hari akhirnya dibawa ke Makassar dan balik lagi ke sana, karena total syuting di sana sekitar kurang lebih dua minggu. Lumayan seru dan satu kebanggaan tersendiri setelah saya bermain, saya jadi tahu budaya atau tradisi Makassar,” jelasnya.

Proses syuting yang berlangsung selama satu tahun lebih tersebut mengambil sebuah lokasi bernama Ramang-Ramang yang berjarak tempuh kurang lebih 2-3 jam dari Kota Makassar. Daerah tersebut menyajikan suasana pedesaan yang indah dengan diapit oleh bukit dan rawa-rawa yang menjadi tempat pelarian dari pasangan Silariang, Bisma sebagai Yusuf, dan Andani Suri sebagai Zulaika, istrinya.

“Kalau soal proses kami memang sudah sejak lama, dari awal pertama kali menggodok, baru ide membuat film sejak Juli 2016, terus semua proses pengambilan gambar saya rasa kurang dari satu bulan, cepet, tapi proses setelah pengambilan gambar, proses syuting selesai itu kita butuh waktu satu tahun untuk meramu kembali sampai hasilnya nanti teman-teman akan nonton,” ungkap Huri A Hasan, Eksekutif Produser yang juga hadir dalam gala premier.

Dia berharap agar film Silariang cinta yang tak direstui mendapat respons baik dan penonton yang banyak di Kota Palu.(cr6)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.