Setahun Menjabat, Bupati Tolitoli Belum Pernah Pimpin Upacara

- Periklanan -

Suasana pelaksanaan Upacara Penegakan Disiplin Nasional yang 16 kalinya di Lapangan Hi Hayun Selasa (19/6). Lagi-lagi dimpimpin Wabup karena bupati kembali meninggalkan Tolitoli. (Foto: Yuslih Anwar)

TOLITOLI – Setahun lebih pemerintah daerah dipimpin duet kepemimpinan Moh Saleh Bantilan dan Abd Rahman HB. Namun tak pernah sekalipun Bupati Tolitoli terlihat memimpin jalannya upacara penegakan disiplin yang digelar setiap bulannya.

Sejak dilantik pada Februari 2016 silam, tercatat sudah sekitar 16 kali Pemkab Tolitoli menggelar upacara penegakan disiplin Nasional, baik di halaman kantor daerah maupun lapangan Hi Hayun, yang menjadi inspektur adalah Wakil Bupati Tolitoli. Sesekali dipimpin oleh Sekkab jika Wakil Bupati kebetulan punya agenda kerja luar kota.

Seperti pada proses upacara penegakan disiplin Nasional yang digelar Selasa (20/6) kemarin, lagi-lagi Bupati Tolitoli tidak tampak memimpin, karena telah meninggalkan kota Tolitoli sejak empat hari lalu. Padahal, kedatangan bupati bersama Mensos pada Kamis (8/6) lalu, merupakan kedatangan terakhir kalinya, setelah sekitar dua bulan lamanya meninggalkan Tolitoli.

Sementara pada upacara  penegakan disiplin Nasional lingkungan Pemkab Tolitoli yang kembali dipimpin  Wakil Bupati Tolitoli serta diikuti oleh Sekretaris Daerah, Assisten, staf ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pimpinan Unit Kerja Lingkup Pemerintah Kabupaten Tolitoli, serta seluruh ASN tampak berjalan dengan khidmat meski cuaca aga sedikit panas pada pagi itu.

- Periklanan -

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tolitoli Hi Abdul Rahman Hi. Budding mengatakan di dalam diri tertanam motivasi kerja dan terpatri komitmen untuk selalu melakukan yang terbaik bagi kepentingan rakyat, yang disertai peningkatan disiplin dan propesionalisme untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Karena itu dikatakannya, apa yang telah terjadi merupakan pengalaman masa lalu. “Kita dituntut selalu membuka diri dan berlapang dada untuk menerima ide, masukan bahkan kritik yang bersifat konstruktif dari manapun, sebagai bahan evaluasi atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan,” katanya.

Yang baik kata dia, mari dilanjutkan dan yang kurang mari diperbaiki dan sempurnakan. Berkenan dengan hal tersebut, Wabup mengatakan, bulan Ramadhan 1438 Hijriah, tahun 2017 masehi memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Tolitoli, khususnya ASN  selaku abdi masyarakat, dimana, disaat menjalankan ibadah puasa diberikan tugas khusus membantu masyarakat memulihkan kondisi setelah dilanda banjir bandang.

“Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa tengah menguji kesabaran dan Keimanan kita dengan bencana alam banjir dan tanah longsor yang hampir merata diseluruh wilayah kabupaten Tolitoli. Untuk itu selaku aparatur harus selalu serius, bekerja keras, tanggap dan tindak dalam segala hal utamanya dalam membantu menangani masyarakat yang terkena musibah banjir  dan tanah longsor agar tidak berdampak pada permasalahan lainnya sebagai ujian dalam rangka peningkatan harkat dan martabat selaku aparatur Pemerintah,” sebutnya lagi.

Dikatakannya, fenomena alam yang terjadi dibulan Suci Ramadhan ini merupakan sebuah isyarat bagi seluruh masyarakat khususnya bagi ASN di Kabupaten Tolitoli kiranya selalu mawas diri terhadap lingkungan alam. Olehnya Wabup meminta jajarannya, untuk selalu  membantu mengarahkan masyarakat memberikan perhatian pada masalah kebersihan, keindahan dan ketertiban.

Selain itu, ASN lingkup Kabupaten Tolitoli juga diharapkan menjadi motivator dalam mendorong dan  memelihara persatuan dan kebersamaan dalam bingkai Negara kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila sebagai falsafah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena Pancasila, menurut Wabup, menjadi bagian dari nilai-nilai dasar yang sejalan dengan kehidupan sehari-hari.

“Harapan pula semoga di bulan suci Ramadhan untuk terus melaksanakan ibadah puasa maupun ibadah lainnya  agar mendapatkan pahala yang  berlipat ganda disisi Allah SWT dan dipertemukan kembali di bulan suci di tahun berikutnya,” ucap Wabup menutup pidatonya. (yus)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.