Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Setahun, Enam Kasus Nikah Dini karena Hamil Duluan

Yang Terdaftar di KUA Ulujadi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Kantor Urusan Agama (KUA) Ulujadi mengakui fenomena pernikahan dini masih saja terjadi di wilayahnya, meski presentasinya terbilang kecil. Dari data sejak awal tahun 2020 hingga Agustus 2021, setidaknya tercatat ada sekitar enam pernikahan yang harus membutuhkan rekomendasi dari Pengadilan Agama (PA), karena usia calon mempelai masih dibawah batas minimal yang ditentukan oleh Undang-undang Perkawinan.

“Dibilang meningkat tidak juga, tetap ada. Khusus Ulujadi, ada memang beberapa pasangan usianya tidak memenuhi standar untuk pernikahan dalam UU, yakni 19 tahun. Tetapi mereka mengurus dispensasi dari PA, rata-rata begitu,” kata Kepala KUA Kecamatan Ulujadi Muhammad Iqbal saat ditemui, Kamis (7/10).

Lanjut Iqbal, mempelai wanita umumnya yang mendominasi pernikahan dini tersebut. Dari amatannya, faktor utama pernikahan dini ini yakni akibat pergaulan bebas, dimana rata-rata masih dalam usia Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Usia antara 17-18 tahun, kemudian
mereka sudah tidak bisa dipisahkan,
efeknya-kan lari kesitu (pernikahan). Ada yang sudah hamil duluan sebelum pernikahan, mau tidak mau harus dinikahkan,” terangnya.

Oleh sebab itu, pihaknya terus memberikan imbauan kepada masyarakat terkhusus terkait pentingnya peran orang tua dalam menjaga putra-putri mereka dari bahaya pergaulan bebas, baik imbauan tertulis maupun secara lisan melalui mimbar-mimbar khutbah serta pengajian majelis-majelis taklim.

“Artinya orang tua berperan untuk bagaimana bisa menasehati anaknya dalam pergaulan itu,” sebutnya.

Dirinya juga menjelaskan dalam Islam usia yang dibolehkan untuk menikah
yakni sudah masuk baligh atau sudah menunjukan tanda-tanda kedewasaan.

Namun sambung Iqbal sebagai warga negara yang baik, otomatis harus berkiblat dengan UU, dimana dalam UU perkawinan usia yang dibolehkan untuk menikah untuk mempelai pria maupun wanita yakni 19 tahun. “Jadi harus sah secara agama dan sah secara UU,” ungkapnya.

Selain itu saat disinggung terkait apa-apa saja materi bimbingan pra nikah
yang diberikan kepada para calon pasangan usia di bawah 19 tahun, khususnya dalam memberikan bimbingan terkait kesiapan mental bagi pasangan tersebut sebagai bekal mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga, Ikbal menuturkan ada dua aspek, yakni fiqih dan revolusi sehat dalam keluarga serta cara mengelola keluarga dengan baik. “Kita ajarkan juga aspek psikologis anak dalam berkeluarga,” tutupnya. (ril)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.