Setahun, 8 Polisi Nakal Dipecat

- Periklanan -

PALU – Tingkat pelanggaran anggota Polda Sulteng di Tahun 2018 silam, sedikit menurun jika dibanding tahun sebelumnya. Jumlah polisi yang dipecat pun, tidak sebanyak tahun 2017.
Dalam rilis akhir tahun di Aula Rupatama, Mapolda Sulteng, Wakapolda, Kombes Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso mengungkapkan, pengawasan baik internal maupun eksternal, juga berpengaruh terhadap turunnya jumlah pelanggaran di jajaran Polda Sulteng. “Secara struktural pengawasan internal dilakukan Itwasda, Bid Propam, Bidkum. Sedang pengawasan eksternal, seluruh anggota Polri diawasi oleh lembaga-lembaga negara yang independen seperti Komnas HAM, Kompolnas, Ombudsman dan sejumlah LSM,” terang Setyo Boedi.
Meski pengawasan terus dilakukan, kata Setyo, pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota Polri, memang belum bisa dihilangkan. Terbukti, tahun 2018 tercatat ada sekitar 130 laporan pelanggaran anggota di jajaran Polda Sulteng. Namun kata Wakapolda, hal ini menurun jika dibanding tahun 2017 silam, di mana ada 178 laporan pelanggaran anggotanya. “Sedikit menurun, sekitar 27 persen atau 48 kasus,” katanya.
Dari laporan yang masuk, paling banyak pelanggaran disiplin, dengan jumlah 101 kasus. Sedangkan kasus pidana umum (Pidum) yang saat ini masih berproses, berjumlah 1 kasus. Kasus tersebut diketaui, merupakan kasus oknum anggota Polres Donggala, yang terlibat menjadi kurir Narkoba. “Dari laporan pelanggaran itu, 4 personel kami rekomendasikan PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) atau dipecat. Sedangkan 8 personel sudah lebih dahulu kami pecat,” jelasnya.
Untuk diketahui, selain jumlah laporan pelanggaran yang lebih banyak dari tahun 2017, jumlah anggota yang dipecat di tahun 2018 lebih sedikit di banding tahun sebelumnya, yang mencapai hingga 23 oknum polisi dipecat. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.