Sesar Palu-Koro Punya Peluang Besar Jadi Geopark

Dinas Pariwisata Dukung Penuh Sesar Palu-Koro Ditetapkan Geopark

- Periklanan -

PALU-Peluang menjadikan sesar Palu-Koro sebagai geopark semakin besar. Bahkan inisiatif Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mendorong sesar Palu-Koro ditetapkan sebagai geopark mendapat dukungan dari peneliti geologi, Reza Permadi yang juga sekaligus pengajar di Universitas Pertamina.

Kata Reza saat mengisi Focus Group Discussion (FGD) penyusunan dossier geopark sesar Palu-Koro, di aula Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Palu Selatan, kemarin (27/6), sesar Palu-Koro punya kekhasan tersendiri. Bahkan kata Reza yang juga menjadi salah satu pendamping ditetapkannya Gunung Sewu sebagai Unesco Global Geopark, sesar Palu-Koro punya potensi yang besar untuk dijadikan sebagai Unesco Global.

“Melihat sesar Palu-Koro, bisa sampai Unesco (global geopark). Saya yakin bisa,” kata Reza Permadi ditemui awak media, kemarin (27/6).

Dosen geowisata ini menambahkan, sebelum melangkah jauh untuk menjadikan sesar Palu-Koro sebagai Unesco Global Geopark, terlebih dahulu sesar Palu-Koro didorong untuk menjadi geopark nasional. Saat ini kata dia, di Indonesia terdapat 25 geopark nasional. Sedangkan di skala Asia Tenggara lanjutnya, dari 7 kawasan yang ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark, 4 di antaranya berada di Indonesia yakni Batur, Gunung Sewu, Rinjani, dan Ciletuh.

- Periklanan -

Proses penetapan suatu kawasan sebagai geopark nasional kata dia, terlebih dahulu dilakukan penyusunan dokumen atau dossier. Dokumen ini selanjutnya sambungnya diserahkan ke Kementerian ESDM untuk kemudian ditetapkan sebagai warisan geologi. Setelah ditetapkan menjadi warisan geologi, akan dibuatkan master plan untuk dijadikan dasar pengajuan untuk menjadikan kawasan yang diajukan itu sebagai geopark nasional. Salah satu keunggulan yang dimiliki sesar Palu-Koro kata dia karena jalur yang dilintasi sesar Palu-Koro memiliki destinasi wisata yang komplit mulai dari budaya, geologi, flora, dan fauna. Hal ini ditekankannya, menjadi nilai positif yang mendukung ditetapkannya suatu kawasan sebagai geopark.

“Kalau selama ini kan pariwisatanya masih jalan sendiri-sendiri. Pariwisata alam, sendiri. Wisata budaya, wisata sendiri. Yang suka dengan biota-biota, jalan sendiri. Tapi itu melalui geopark, kita rangkul semuanya jadikan satu tema. Jadi selain kita berwisata alam geologi, kita juga bisa melihat flora fauna yang ada di satu lokasi,” jelasnya.
Kegiatan diskusi yang berlangsung akrab itu juga dihadiri Sekretaris Dinas Pariwisata Sulteng, Drs H Suriaman MSi serta pejabat eselon III dan IV serta staf Dinas Pariwisata Sulteng. Dalam diskusi, ada masukan-masukan yang diberikan, juga muncul pertanyaan-pertanyaa mengenai apa saja yang perlu disiapkan untuk mendukung penetapan sesar Palu-Koro sebagai geopark nasional.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Dra Hj Ulfa Nilawaty SSos MSi yang juga pelaksana kegiatan menegaskan pihaknya akan mendukung penuh ditetapkannya sesar Palu-Koro menjadi geopark nasional. Ulfa menjelaskan konsep geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi terkemuka di mana masyarakat turut diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam. Untuk tahapan pengembangan geopark kata Ulfa Nilawaty, harus menunjukan kekayaan hakiki kawasan dari 3 aspek yakni aspek geodiversity, biodiversity, dan culture diversity.

“Ini digunakan untuk menentukan deliniasi kawasan yang mencakup satu batas atau single boundry, batas alam suatu kawasan dari geologi yang khusus, integrasi dari ekologi, budaya lokal, dan sejarah,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.