Sertifikat untuk Membenahi Tata Kelola Penyelenggaraan Umrah

- Periklanan -

PALU-Eksekutif Vice Presiden pemasaran PT Mitra Unggul Lestari, Sidik Ahmad, sebagai lembaga sertifikasi nasional untuk perusahaan penyelenggaraan Umrah, telah menyerahkan dua penghargaan terbaik dan terpercaya untuk PT Babussalam Citra Mandiri dan PT Bina Wisata Citra Mandiri sebagai penyelenggara travel atau biro perjalanan umrah di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Sidik Ahmad menjelaskan, lahirnya sertifikasi terhadap perusahaan perjalanan umrah dilatari oleh terjadinya beberapa kasus sebelumnya, di beberapa waktu yang lalu yang dilakukan oleh beberapa travel perjalanan abal-abal dan illegal, serta tidak kualifide, mampu menyita perhatian publik. Oleh karena itu, salah satu langkah yang diambil oleh Kemenag RI untuk membenahi tata kelola ibadah umrah adalah menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah.

“Peraturan tersebut secara umum mengatur teknis penyelenggaraan ibadah umrah yang mampu mendorong pembinaan, pelayanan, perlindungan jamaah. Sehingga, jamaah dapat menunaikan ibadah umrah sesuai dengan ketentuan syariah, “jelas Sidik Ahmad, kepada Radar Sulteng, Minggu (24/3).

Secara teknis, tambah Sidik, implementasi PMA tersebut di atas, diwujudkan dalam bentuk pengawasan dan penilaian terhadap proses penyelenggaraan umrah yang akan memengaruhi status izin operasional yang dimiliki oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Pada pasal 5 PMA No.8 Tahun 2018 disebutkan setiap PPIU yang mendapatkan izin operasional harus memiliki sertifikat usaha jasa perjalanan wisata, dengan kategori Biro Perjalanan Wisata (BPW). Semua ini berkat dukungan semua pihak, dan kami menyerahkan sertifikat DPW kepada dua PT ini di Provinsi Sulawesi Tengah, “ terangnya.

- Periklanan -

Kedua perusahaan yang mendapatkan DPW adalah PT Babussalam Citra Mandiri dan PT Bina Wisata Citra Mandiri. “Alhamdulillah kita baru serahkan tadi. Dengan demikian, sertifikat ini tentu kedepannya akan menambah komitmen dari pada manajemen Babussalam Group khususnya, dalam memberikan pelayanan-pelayanan terhadap jamaah, “ tandasnya.

Sidik pun berharap, kepada Babussalam Group, dengan diterbitkannya sertifikat ini pelayanan kepada calon jamaah umrah tetap optimal, sesuai dengan ketentuan dan syarat yang ditetapkan oleh PMA.

Dia juga menjelaskan, tentang proses diterbitkannya sertifikat usaha ini, pertama dilakukan audit, untuk melihat sejauh mana kesiapan dari segi legalitas, dan dari sistem yang ada.

“ Jadi prosesnya kurang lebih 3 hari pelaksanaan audit. Kemudian kami memutuskan melalui rapat komite yang melibatkan beberapa pihak terkait. Sehingga diputuskanlah PT Babussalam layak mendapat sertifikat DPW, “ kata Sidik.

Proses selanjutnya, adalah pengawasan. Yang Insya Allah akan dilakukan setiap satu tahun sekali. Kemudian survelen, untuk memastikan bahwa sistem yang ada di sini berjalan sesuai dengan standar yang ada. “Masa berlakunya sertifikat ini selama 3 tahun, “ pungkasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.