Sering Nonton Film Porno, Delapan Pelajar di Palu Terlibat Pencabulan

- Periklanan -

PALU – Delapan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah melakukan tindakan pencabulan kepada seorang perempuan yang juga masih di bawah umur, inisial IN (14) terus begulir di unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Palu.
Hasil dari penyidikan terungkap, awalnya pencabulan dilakukan inisial AN terhadap korban IN yang tidak lain adalah pacarnya. AN nekat melakukannya karena sering menonton film porno.

Paur Humas Polres Palu, Aiptu I Kadek Aruna membenarkan tentang hasil dari penyidikan kedelapan pelajar siswa SMP terlibat pencabulan, seperti terekam video yang sempat beredar di group FB.

Kedelapan remaja dalam kasus pencabulan tersebut, inisial AN (14), GI, VI, AA, DI, MA, MU, dan AP yang masih berusia 13 tahun dan berstatus sebagai pelajar salah satu SMP di Kota Palu. “Yang pertama kali mempunyai niat untuk melakukan perbuatan cabul tersebut adalah AN , karena dia sempat pacaran dengan korban dan juga dipengaruhi keseringan menonton film porno,” katanya, Sabtu (19/10) di Mapolres Palu.

- Periklanan -

Atas kejadian tersebut, pasal yang disangkakan yaitu pasal 82 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.

Kadek Aruna menguraikan, awalnya Rabu, 21 Agustus 2019 sekitar pukul 11.00 wita korban IN bersama dengan tiga orang temannya datang di Jalan Veteran Kelurahan Tanahmodindi Kecamatan Mantikulore Kota Palu dan bertemu dengan pacarnya AN. Saat itu AN bersama teman-temannya.

Kemudian AN memperkenalkan pacarnya (IN) kepada teman-temannya, setelah itu AN, pergi membeli minuman, lalu kembali lagi dan AN masuk ke dalam kos bersama teman-temannya. “Korban IN meminta kepada AN untuk keluar dari kos. Namun AN tidak mengizinkan korban keluar dari dalam kos dan terjadilah pencabulan,” jelas Kadek.

Saat itu, lanjut Kadek, salah satu dari para pelaku, merekam video menggunakan handphone dan setelah itu korban disuruh pulang kerumahnya. “Saat ini kami masih melengkapi penyelidikan, dan telah mengamankan para pelaku. Selain itu juga melakukan pemeriksaan saksi dan membuat permintaan visum et repertum kepada korban,” terangnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.