alexametrics Sepekan Berlalu, Misteri Kematian Bocah Nugi Belum Terungkap – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sepekan Berlalu, Misteri Kematian Bocah Nugi Belum Terungkap

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

POSO – Setelah sempat dikabarkan hilang pada 27 April 2021, misteri hilangnya bocah Nugi Rantaola, di Desa Tolambo, Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso memasuki babak baru.
Bocah malang usia 2 tahun itu, Minggu (11/4) ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah pohon tua sekitar 4 kilo meter dari perkampungan.

Sepekan berlalu, misteri penyebab tewasnya bocah Nugi itu mengundang banyak simpati dan pertanyaan, apa sebenarnya penyebab kematiannya.

Bahkan sejumlah akun media sosial ramai membahas kematian bocah tak berdosa itu. Salah satu postingan akun di group facebook Info Kota Tentena di awal-awal ditemukannya jasad Nugi memposting yang menyebutkan bahwa pelaku pembunuh Nugi sudah mengaku melakukan pembunuhan. Belakangan postingan tersebut dihapus, karena pihak kepolisian yakni, Polres Poso langsung memberi klarifikasi bahwa belum ada menetapkan pelaku pembunuhan maupun membeberkan penyebab kematian bocah Nugi.

Hingga sepekan berlalu, Minggu (18/4) misteri kematian bocah Nugi belum juga terungkap. Pertanyaan-pertanyaan warga di media sosial terus ramai dan berharap kepolisian segera bisa mengungkap penyebab tewasnya bocah yang sempat mengundang simpati ratusan warga dari daerah lain ikut mencari saat bocah Nugi dinyatakan hilang.

Kapolres Poso AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, melalui siaran persnya yang diterima Radar Sulteng Jumat pekan lalu (9/11) menyatakan, penyidik kepolisian masih melakukan proses penyelidikan dengan melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti-bukti, termasuk memeriksa beberapa saksi yang diduga mengetahui kejadian hilangnya Nugi.

“Sampai dengan saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak lagi menginformasikan berita-berita hoax melalui media sosial terkait meninggalnya Nugi Rantaola, karena sampai dengan saat ini pihak kepolisian belum menetapkan motif maupun pelakunya,” tandasnya.
Salah satu berita hoax yang dimaksud beredar luas di FB yaitu Nugi ditemukan meninggal dunia karena dibunuh dan pelakunya adalah ayah korban sendiri.
Untuk itu Kapolres meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong alias hoax terkait penyebab tewasnya anak bawah lima tahun (balita) Nugi Rantaola.

“Jangan main hakim sendiri di media sosial, mari gunakan medsos secara bijak. Percayakan kepada pihak kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan untuk membuat terang kasus meninggalnya Nugi demi tegaknya hukum yang berkeadilan,” kata Kapolres Rentrix.

Sebagimana diberitakan, Nugi yang dinyatakan hilang selama 16 hari sejak Sabtu (27/3) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (11/4) sekitar pukul 10.00 Wita.

Korban Nugi ditemukan oleh Papa Rut bersama kedua anaknya yang hendak pergi ke kebun untuk memetik buah cabai. Salah seorang anaknya Papa Rut bernama Reski mencium bau bangkai dan setelah mencari di sekitar lokasi tersebut selama 5 menit, kira-kira jarak 4 meter dari jalan setapak, Papa Rut menemukan jasad anak kecil yang kemudian di identifikasi adalah Nugi Rantaola. (ron/bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.