Pemancing di Banggai Digigit Hiu

12 Selamat Setelah Terombang-ambing 2 Hari di Laut

- Periklanan -

PALU – 12 orang pemancing dari Toili, Kabupaten Banggai, dikabarkan terombang-ambing selama kurang lebih 2 hari di lautan lepas sebelum ditemukan nelayan di Baturube, Bungku Utara, Morowali Utara.

Yang tragisnya, satu dari mereka terkena terkaman hiu saat terombang-ambing di laut. 11 rekannya pun berusaha menolong selama di laut untuk dapat bertahan hidup.

Data yang himpun Radar Sulteng dari Kantor SAR Palu bahwa 12 pemancing ini turun memancing dengan menggunakan satu unit kapal menuju ke lautan lepas pada Senin (17/11), dan baru bertemu nelayan di sekitar Baturube pada Jumat (22/11).

“Menurut infonya memang ada satu kena gigit binatang buas, infonya hiu, intinya semua masih dalam keadaan selamat dari 12 orang,” kata Kepala Kantor SAR Palu, Basrano kepada Radar Sulteng, Kamis (28/11).

Kantor SAR Palu sendiri baru mendapat informasi pada Kamis malam (tadi malam, red). Kata Basrano,
jika dianalisa kondisinya yang ada tidak ada yang parah, dan jika mereka terombang-ambing itu menjadi suatu keberuntungan. Info ini didapatkan setelah Basrano memerintahkan anggotanya di Morowali Kamis malam.

“Infonya kapal pemancing ini terbakar. Kan ini sudah dipastikan sudah selamat, jadi kita hanya pengecekan, untuk seacrh and resque tidak ada, hanya untuk melengkapi data-data saja,” lanjutnya.

- Periklanan -

Menurut Basrano, para pemancing ini meninggalkan Toili tepat di hari, Senin (28/11), dan masih di hari yang sama dalam pelayaran diperoleh info oleh Kantor SAR Palu kapal tersebut meledak.

“Keterangan dari salah seorang korban dimungkinkan turbo terlalu panas,” lanjutnya.

Akhirnya pemancing ini sempat terombang-ambing, namun di tengah lautan lepas mereka mendapat mujizat menemukan sebuah rumpon, sehingga pemancing ini bisa terapungdi atas rumpon, sampai dengan ditemukan oleh nelayan dari wilayah Morowali, Jumat (22/11).

“Langsung dievakuasi warga ke Baturube, dan baru hari ini (kemarin, red) mereka bisa kembali ke Toili, itu info yang kita peroleh,” jelasnya.

Basrano mengakui, belum mengetahui nama-nama korban dan kronologis bagaimana cara bertahan dari ke 12 pemancing ini, karena baru mendapatkan info. “Taulah kalah di daerah perkampungan jam segini sudah waktunya tidur, jadi kami masih menunggu info secara rinci,” sebutnya.

Ada beberapa potongan-potongan video juga sempat beredar di salah satu grup WhatsApp Kantor SAR Palu yang memperlihatkan bagaimana kondisi para pemancing bertahan di sebuah rumpon. Korban yang digigit hiu juga terlihat terbaring, di kaki sebelah kanannya nampak ada balutan kain. “Kalau diperhatikan dari video itu sepertinya hari pertama atau kedua,” tutupnya.
(acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.