Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Seniman Masuk Sekolah di Sulteng Dimulai

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Para seniman yang masuk dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah foto bersama dengan Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace, usai prosesi pelepasan, Selasa (5/9). (Foto: Syahril)

PALU- Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dicetuskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dimulai. Di tingkat Provinsi Sulteng, pada Jumat (8/9) mendatang para seniman lokal mulai melakukan tugasnya di sekolah-sekolah yang ditunjuk.

Kemarin (5/9), secara resmi dilakukan pelepasan seniman dalam rangka gerakan seniman masuk sekolah oleh Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace. Pelepasan berlangsung di ruang kerja kepala dinas diikuti sebanyak 20 seniman didampingi Kasi Kesenian, Dinas Dikbud Sulteng H Sofyan Tadorante.

Dalam acara yang berlangsung santai itu Kadis Irwan Lahace menyampaikan beberapa hal yang perlu dituruti para seniman. Misalnya dalam bertugas di sekolah agar lebih menonjolkan kearifan lokal.

‘’Bukan berarti mengabaikan budaya luar, tetapi kearifan lokal dan budaya kita perlu dipertahankan dan dilestarikan,’’ kata Irwan Lahace.

Irwan juga meminta para seniman untuk mematuhi perjanjian tertulis yang telah ditanda tangani beberapa waktu lalu.

Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) merupakan program yang memberikan peluang dan kesempatan kepada seniman dan sekolah bersinergi untuk melatih seni budaya di sekolah. Program GSMS dilaksanakan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler, agar para peserta didik dapat menyerap secara langsung ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seniman. Program ini dilaksanakan dalam rangka menanamkan kecintaan dan wawasan yang lebih luas tentang karya seni budaya sehingga dapat memperkuat karakter para peserta didik.

Dihubungi usai acara pelepasan, Kepala Seksi Kesenian, Sofyan Tadorante mengatakan, pihaknya merekrut 40 seniman lokal untuk terlibat dari program Gerakan Seniman Masuk Sekolah. Dalam melakukan tugasnya para seniman didampingi satu asisten.

‘’Jadi ada 80 orang terlibat, dimana 40 seniman dan 40 asisten,’’ kata Sofyan.

Seniman yang direkrut berasal dari seluruh kabupaten dan kota. Mereka akan bertugas di sekolah-sekolah yang sudah dipilih, yang jumlahnya ada 40 sekolah.

Untuk Kota Palu 12 sekolah, Kabupaten Donggala 4 sekolah, Sigi 4 sekolah, Parigi Moutong 3 sekolah, Poso 4 sekolah, Touna 2 sekolah, Banggai 3 sekolah, Morowalo 2 sekolah, Morowali Utara 2 sekolah, Tolitoli 2 sekolah, dan Buol 2 sekolah.

Sofyan mengatakan para seniman betugas di sore hari di sekolah. Kegiatan pertemuan di sekolah sebanyak 2 kali dalam seminggu, sampai jumlah totalnya 27 kali pertemuan dengan siswa.(sya)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.