Senggol Motor, Terlindas Truk Kontainer

- Periklanan -

Korban lakalantas di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Mamboro, Kota Palu, Supriadi saat berada di bawah truk kontainer, kemarin (13/7). Akibat lakalantas tersebut, Supriadi meninggal dunia. (Foto: Facebook.com/Masudin)

PALU – Supriadi (52 tahun), warga Dusun IV, Desa Karya Mukti, Kecamatan Damsol, Kabupaten Donggala, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya Kamis (13/7), sekitar pukul 11.00 Wita, di Jalan Trans Sulawesi wilayah Kelurahan Mamboro, Kota Palu.

Menurut saksi mata yang ditemui di TKP, Wahyu Apriadi, Lakalantas itu terjadi bermula ketika motor dengan nomor polisi (Nopol) DN 4618 JI yang dikendarai korban yang saat itu berboncengan dengan istrinya, Sumarsi, hendak melambung sepeda motor yang ada di depannya.

Namun nahas, saat hendak melambung motor korban bersenggolan dengan kendaraan yang hendak dilambungnya itu yang mengakibatkan korban terjatuh. Motor korban yang kala itu melintas dari arah selatan ke utara Kota Palu, jatuh ke jalur berlawanan arah, yang di waktu bersamaan melintas truk kontainer dengan Nopol DN 8795 B dari arah utara ke selatan Kota Palu, akibatnya kecelakaan pun tak dapat terhindarkan.

“Kendaraan korban bersenggolan dengan kendaraan yang ada di depannya, kemudian terjatuh bersama dengan istrinya, bersamaan pula mobil truk kontainer yang berlawan arah ini lewat, korban pun tersambar mobil truk kontainer, dan sempat terseret,” ungkap Wahyu saat di tempat kejadian.

Dengan kejadian lakalantas tersebut, masyarakat langsung mendatangi TKP. Namun saat itulah korban sudah meninggal dunia. sementara istrinya, Sumarsi, mengalami luka-luka.

- Periklanan -

“Waktu kami coba selamatkan korban ini sudah tewas, jari kaki korban patah dan tertinggal di motor korban,” jelas Wahyu.

Kedua korban akhirnya dibawa di RS Madani. Sumarsi mengalami luka sobek pada bagian kaki kanan, dan patah tulang pada di bagian kaki kirinya masih dalam perawatan. Sedangkan korban Supriadi dibawa ke RS Undata dengan menggunakan mobil Patroli Polsek Palu Utara.

Saat di RS Madani, Riska, tetangga korban mengatakan bahwa korban bersama istrinya datang ke Kota Palu untuk menjenguk anaknya yang masih kuliah perawat. Setelah itu, sebelum kembali ke tempat tinggalnya di Desa Karya Mukti, korban bersama istrinya sempat berbelanja.

“Sempat berhubungan (komunikasi), katanya mau pulang ke Karya Mukti namun belanja dulu,” ungkap Riska saat melihat korban di RS Madani.

Sementara informasi yang dihimpun Radar Sulteng di lokasi kejadian, lakalantas tersebut terekam CCTV yang berada di toko bangunan tidak jauh dari lokasi kejadian. Motor Vario warna merah dengan nomor polisi DN 4618 JI yang di kendarai korban terdapat barang belanjaan, bahkan buah apel dan rambutan milik korban berhamburan di jalan.

Peristiwa tersebut juga membuat arus lalu lintas sedikit terganggu, yang mengakibatkan antrean kendaraan diperkirakan hingga 10 kilometer. Pasalnya, pengendara yang melintas penasaran dan ingin melihat langsung kondisi kejadian lakalantas. Beberapa di antaranya langsung mengabadikan dengan mengambil foto motor dan jari kaki korban yang masih tertinggal di atas motornya tersebut.

Sementara, Kanit Laka Polres Palu Ipda Moh Abdu membenarkan kejadian tersebut. Sat Lantas Polres Palu telah melakukan olah TKP. “Kejadian laka tersebut anggota telah lakukan olah TKP,” ungkapnya saat dihubungi Radar Sulteng melalui telepon. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.