Senam Massal Wujud Untad Bangkit

- Periklanan -

GELAR SENAM : Nampak Rektor Universitas Tadulako Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS (kanan) bersama para civitas akademika Untad lainnya sedang melakukan gerakan senam massal dengan tema Senam #Untad Bangkit Gedung boleh hancur, namun hati harus tetap utuh, Jumat (2/11) kemarin. DOK. HUMAS UNTAD
PALU – Sebelum memulai dan memasuki perkuliahan di Universitas Tadulako pertama kali Senin mendatang (5/11) pasca Gempa bumi, Tsunami dan Likuifaksi, pihak Universitas Tadulako (UNTAD) menggelar Senam Pagi Massal yang dihadiri seluruh civitas akademika Universitas Tadulako Jumat pagi, (2/11) di halaman lapangan upacara Universitas Tadulako.
Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS mengungkapkan sebagai wujud dari Untad Bangkit dan melihat kesiapan menghadapi aktif kuliah face to face pada Senin mendatang sehingga dibuatlah senam massal sekaligus trauma healing kepada civitas akademika Universitas Tadulako.
“Jadi senam ini sebenarnya hanya media untuk menyatukan kembali kita yang selama ini bercerai berai yang cari selamat masing-masing waktu Gempa dan tsunami,” ungkapnya usai Senam Jumat, (2/11).
Ia pun menyebutkan salah satu tujuan senam massal ini merupakan untuk mempertemukan para dosen sehingga pihak Universitas Tadulako pun bisa melihat bagaimana kesiapan dari para dosen melakukan aktivitas perkuliahan kembali.
“Hari ini (Jumat, red) kita satukan melalui senam intinya adalah ingin mempersiapkan mental mereka bahwa tanggal 5 itu adalah hari bersejarah bagi Untad untuk melakukan aktivitas kembali walaupun beberapa kegiatan sudah kita lakukan tapi secara sporadis,” katanya.
Rektor Untad itupun berharap seluruh dosen-dosen dan mahasiswa yang masih berada diluar kota Palu untuk bisa segera kembali melaksanakan aktivitas perkuliahan sebab menurutnya mahasiswa tidak boleh menjadi korban dalam hal pendidikan.
“Tanggal 5 itu benar-benar gong untuk memulai perkuliahan jadi kita berharap dengan senam ini menyatukan hati kembali dan pada senin mendatang kita bersatu menjalankan tugas-tugas dan memberikan layanan terbaik serta yang pasti mahasiswa tidak boleh dikorbankan lebih bagus dosennya berkorban dalam hal pendidikan,” harapnya. (slm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.