Sempat Muncul, Buaya Berkalung Ban Lolos Lagi

- Periklanan -

PALU – Memasuki hari keempat, Panji petualang bersama tim Jawa Pos – Radar Sulteng kembali melakukan pemantauan dan persiapan melakukan penyelamatan buaya berkalung ban tersebut di sekitar lokasi reklamasi, Rabu (24/1).

Panji bersama tim menggunakan pukat untuk menangkap buaya berkalung ban di sekitar lokasi Penggaraman Talise, kemarin (24/1). (Foto: Dite/JawaPos)

Di tengah-tengah Panji dan tim bersiap-siap melakukan penyelamatan menggunakan pukat. Pimpinan Radar Grup H. Kamil Badrun turut hadir memberikan support dan menyempatkan diri berbincang-bincang bersama Panji.

Sebelumnya, Tim Jawa Pos – Radar Sulteng sudah melakukan pemantauan dan pengamatan pada Selasa malam (23/1) dan sudah menemukan keberadaan buaya malang tersebut. Tim Jawa Pos – Radar Sulteng yang dibantu Dit Polairud Sulawesi Tengah Rabu (24/1) kemarin sekitar pukul 11.00 Wita melakukan sejumlah upaya dan stragtegi yaitu menjerat buaya menggunakan Pukat.

Pukat yang biasanya digunakan untuk menjerat Ikan Tuna, kali ini digunakan Panji untuk bisa menangkap buaya berkalung ban. Rencana Panji dan tim mengelilingi buaya naas tersebut yang awalnya dipancing menggunakan seekor ayam dipinggiran lokasi reklamasi. Saat buaya sudah mendekati seekor ayam dan menampakan dirinya kedaratan maka sesegera mungkin Panji dan tim membawa pukat ketengah laut untuk mengelilingi buaya ban tersebut.

- Periklanan -

Namun upaya tersebut belum berhasil karena saat pukat disebar di sekitar buaya berkalung ban muncul, akhirnya lolos dari jeratan pukat. Saat Panji dan tim menarik pukat kedaratan ternyata pukat itu sudah berlubang besar yang kemungkinan hewan reptil tersebut berhasil kabur dari jeratan Panji melalui lubang itu.

Panji dan Tim Jawa Pos – Radar Sulteng terus berupaya, sekitar pukul 15.00 Wita Panji yang dibantu personel Dit Polairud Sulteng kembali turun kelokasi dimana buaya berkalung ban tersebut terakhir menampakan dirinya. Namun menjelang malam hari buaya tersebut masih terlihat malu-malu ketika akan didekati Panji, sehingga hingga pukul 18.00 Wita buaya kembali menyelam ke dalam laut.

Menurut Panji kendala-kendala yang dihadapi dalam usaha penyelamatan adalah membludaknya masyarakat yang ingin berbondong-bondong menyaksikan penyelamatan buaya berkalung ban tersebut. Ia menambahkan dengan ramainya masyarakat yang menonton menyebabkan buaya berkalung ban tersebut menjauh ketika akan didekati Panji.

“Masyarakat yang hadir menonton buaya itu membuat buayanya takut. Jadinya buayanya tidak mau mendekati pinggiran pantai,” ungkapnya disela-sela memasang pukat Rabu (24/1) kemarin.

Tim Jawa Pos – Radar Sulteng  hingga malam hari terus menyusuri wilayah lokasi reklamasi dan sekitar tempat buaya tersebut muncul menampakan diri. Selain itu tim juga meminta bantuan Pihak Kepolisian untuk mengamankan area sekitar ketika akan dilakukan evakuasi untuk mengantisipasi masyarakat yang akan mendekat ke area evakuasi. Pencarian buaya berkalung ban tetap akan dilakukan tim penyelamat dan direncanakan akan dilanjutkan besok (hari ini, red).(cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.