alexametrics Seminar Nasional Perspektif Bioteknologi Farmasi dan Kimia Medisinal – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Seminar Nasional Perspektif Bioteknologi Farmasi dan Kimia Medisinal

Untuk Penemuan Obat Covid-19

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia telah membuat kehidupan manusia menjadi terganggu. Sampai saat ini, obat dan vaksin masih sementara diupayakan untuk bisa mengatasi wabah ini. Berbagai pihak pun banyak bermunculan dengan mengklaim suatu obat yang bisa mengobati dan membunuh virus Covid-19. Namun sangat disayangkan, klaim-klaim tersebut tidak didukung oleh data-data ilmiah yang kuat, sehingga diragukan kebenarannya. Hal inilah yang membuat kekhawatiran di masyarakat akan efektifitas dan keamanan dari obat-obat yang diklaim tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Tadulako (Untad) Palu, menyelenggarakan Seminar Nasional Virtual pada Sabtu, 15 Agustus 2020 dengan tema “Perspektif Bioteknologi Farmasi dan Kimia Medisinal untuk Penemuan Obat Covid-19”. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Tadulako yang ke-39.

Kegiatan ini telah terselenggara dengan baik berkat kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFAR) FMIPA Universitas Tadulako dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulawesi Tengah. Peserta yang terdaftar sebanyak 200 orang yang berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang bidang ilmu.

Pada Seminar Nasional ini mengundang empat narasumber ilmuwan muda yang sementara bergelut dalam bidang penemuan obat yaitu Dr. rer-nat. apt. Aluicia Anita Artarini, M.Sc Dosen Farmasi SF ITB Bandung, apt. SyarifulAnam, Ph.D. Dosen Farmasi FMIPA Untad, apt. M. Sulaiman Zubair, M.Si., Ph.D Dosen Farmasi FMIPA Untad, dan apt. Maywan Hariono, M.Si., Ph.D Dosen Farmasi FF USD. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MD.

Dalam sambutannya, Rektor mengapresiasi kegiatan ini sebagai kontribusi ilmiah Universitas Tadulako di masa pendemi ini. Rektor berharap Universitas Tadulako juga dapat memberi sumbangsih berupa tersediannya produk-produk obat inovatif dan potensial dari tanaman Sulawesi Tengah untuk menangani Covid-19, baik dari sisi meningkatkan imunitas tubuh untuk mencegah masuknya virus maupun dari sisi menyembuhkan pasien-pasien Covid-19.

Selain itu, Rektor juga berharap agar setiap civitas akademika Untad, terutama mahasiswa, untuk tidak tinggal diam menghadapi wabah corona ini dan tetap semangat melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan ilmiah.

Pembicara pertama bidang bioteknologi farmasi Dr. rer-nat. apt. Aluicia Anita Artarini, M. Sc menyampaikan materi Asal-usul SARS-CoV-2 dan pengembangan vaksin di masa depan. Dalam pemaparannya, Dr. Anita menjelaskan bahwa penelitian vaksin CoVid-19 sangat berkembang pesat sekarang ini dan diharapkan dapat dihasilkan vaksin segera yang dapat mengatasi wabah ini.

Dr. Anita juga mengingatkan bahwa vaksin harus diberikan dengan hati-hati sesuai dosis yang diperlukan dan juga vaksin yang diberikan harus lulus uji klinik fase 1, 2 dan 3 pada manusia sebelum digunakan secara luas oleh masyarakat. Pembicara kedua apt. Syariful Anam, Ph.D menjelaskan potensi-potensi senyawa aktif dari jamur endofit yang diisolasi dari tumbuhan yang dapat dikembangkan untuk mengatasi CoVid-19. Senyawa aktif ini bisa diperoleh dalamjumlah yang banyak melalui proses bioteknologi menggunakan metode OSMAC dengan memanfaatkan media pertumbuhan yang sesuai.

Pembicara ketiga bidang kimia medicinal apt. M. Sulaiman Zubair, M.Si., Ph.D menjelaskan bahwa proses penemuan obat kimia ataupun herbal tidaklah mudah dan sederhana. Calon obat tersebut setelah terbukti di laboratorium harus melewati beberapa fase pengujian pada manusia sebelum diproduksi secara luas kepada masyarakat.

Dalam pemaparannya, Dr. Sulaiman menyatakan bahwa terdapat beberapa senyawa aktif yang diperoleh dari tanaman Sulawesi Tengah yang dapat digunakan untuk mengatasi Covid-19 baik dengan meningkatkan sistem imun maupun membunuh virus secara langsung. Namun hasil ini masih dalam tahap pengujian komputer (in silico) dan selanjutnya masih perlu dibuktikan pada pengujian dengan virus secara langsung maupun kepada hewan coba. Satu produk nano partikel tanaman Sulawesi Tengah untuk meningkatkan system imun sementara diteliti untuk dikembangkan sebagai anti CoVid-19. Penelitian yang dilakukan mendapatkan dukungan dari Kemenristek/BRIN dan diharapkan tahun 2021 sudah mendapatkan hasil yang diinginkan.

Selanjutnya, pemateri terakhir apt. Maywan Hariono, M.Si., Ph.D menjelaskan pentingnya kimiawan, biologiawan dan apoteker yang bergelut di bidang penemuan obat untuk bekerjasama menemukan obat anti Covid-19. Peraih Timmermann Award (Penghargaan Ahli Kimia Medisinal Indonesia) tahun 2017 ini menjelaskan beberapa metode desain dan sintesis untuk menemukan obat Covid-19 berdasarkan pengalaman beliau dalam mensintesis obat-obat antivirus flu burung (H1N1/H5N1) dan virus dengue-2.

Diakhir acara, ketua panitia I Putu Sanjaya, berharap agar seminar nasional ini dapat menjadi suatu momentum untuk mendukung riset di bidang Kimia Medisinal dan Bioteknologi Farmasi untuk mencari senyawa yang dapat digunakan sebagai obat untuk virus SARS CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 serta untuk pengembangan vaksin virus SARS-CoV-2. Selain itu, output yang ingin dicapai adalah memberikan pemahaman dan gambaran kepada masyarakat terkait virus SARS CoV-2 yang ditinjau dari sisi kimia medisinal dan sisi bioteknologi farmasi dalam upaya mendukung penemuan obat untuk CoVid-19.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.