Seluruh Masjid Muhammadiyah Diimbau Tidak Gelar Salat Berjamaah, Termasuk Salat Jumat

- Periklanan -

PALU – Fenomena penyebaran wabah Coronavirus Disease (Covid-19) yang merebak di berbagai negara termasuk di Indonesia, bahkan data terbaru di Kota Palu Sulawesi Tengah terdapat satu pasien positif covid-19. Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran serta penularan wabah Covid-19, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat maklumat, yang disempurnakan dengan dikeluarkan edaran tentang tuntunan ibadah dalam kondisi darurat Covid-19.
“Maklumat dan surat edaran dari Muhammadiyah Pusat kami sosialisasikan dengan menyurati seluruh pengurus Daerah sampai Ranting Muhammadiyah bahkan ke pengurus masjid binaan Muhammadiyah seSulawesi Tengah,” ungkap Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah Muhammad Amin Parakkasi kepada Radar Sulteng malam tadi.
Dalam surat yang dikeluarkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng tersebut, mengimbau kepada seluruh pimpinan, anggota, warga, Ortom (organisasi otonom), AUM (Amal Usaha Muhammadiyah), serta simpatisan Muhammadiyah agar tidak melakukan yang mengumpulkan orang, baik kegiatan muamalah maupun ibadah.
Dalam surat itu juga secara khusus dengan adanya keharusan perenggangan sosial (sosial discanting), agar seluruh masjid Muhammadiyah se-Sulawesi Tengah diimbau untuk tidak menyelenggarakan salat berjamaah lima waktu dan salat Jumat sampai waktu yang ditentukan kemudian.
Sementara terkait maklumat yang dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amin Parakkasi mengungkapkan, ada enam poin penting dalam maklumat tersebut. Pertama, kegiatan-kegiatan di seluruh lingkungan Muhammadiyah yang melibatkan massa dalam jumlah banyak seperti pengajian, seminar, pertemuan dan kegiatan sosial agar ditunda pelaksanaannya atau diselenggarakan dengan cara lain yang bersifat terbatas dan atau menggunakan teknologi informasi.

- Periklanan -

Baca juga : http://https://radarsulteng.id/lawan-covid-19-muhammadiyah-sulteng-bentuk-mccc/

Kedua, kegiatan-kegiatan ibadah seperti salat berjamaah dan salat Jumat di masjid tetap dilaksanakan dengan ketentuan. Bagi yang sakit disarankan untuk beribadah di rumah. “Apabila dipandang darurat, pelaksanaan salat Jumat dapat diganti dengan salat dzhuhur di rumah, dan pelaksanaan salat jamaah dapat dilakukan di rumah,” jelasnya.
Kemudian maklumat yang ketiga, Pendidikan di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah yang dikoordinasikan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan.
Keempat, amal usaha kesehatan dihimbau agar mempersiapkan penanganan Covid-19 yang selaras dengan protocol kementerian kesehatan.
Kelima, lanjut Amin Parakkasi, warga Muhammadiyah agar meningkatkan kebiasaan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan. “Keenam, warga Muhammadiyah hendaknya membatasi bepergian ke tempat dan kegiatan yang beresiko penularan Covid-19,” pungkasnya. (fdl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.