Ketahuan Selingkuh, Pejabat Dinas Pariwisata Donggala Digerebek Istri

- Periklanan -

PALU – Kedua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki jabatan di salah satu Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala digerebek karena diduga berselingkuh. Keduanya dipergok istri inisial BE bersama Satgas K5 kelurahan Kabonena, kecamatan Ulujadi, Jumat (22/11) di sebuah rumah BTN.

Kecurigaan sang istri, bermula saat suaminya inisial RD selalu pergi ke Kota Palu, dengan beralasan ada tugas kantor. Saat tiba di rumah yang ada di Donggala mesin motor yang dibawa suaminya dicek sang istri tidak panas. “Kalau ke Palu pasti mesin motor itu panas, tetapi ini tidak,” kata istri dari oknum ASN tersebut.

Setelah dipastikan bahwa, suami dari Kabupaten Donggala, menuju Kota Palu menggunakan Mobil rental (sewa). Istri BE kemudian pergi kesalah satu rumah teman kantor suaminya yakni seorang perempuan inisial HR. Saat itu RD hanya berdua bersama HR di dalam rumah.

Atas dasar itu BE curiga dan terus menelusurinya. Sekitar pukul 10.30 WITA, bersama Satgas K5 Kelurahan Kabonena, BE langsung menggerebek rumah tempat RD dan HR berada di dalam rumah.

Awalnya tutur BE, ia melihat lampu di rumah HR sedang menyala. Tidak lama kemudian, lampu dipadamkan dan pintu dikunci. Saat itulah ia masuk kedalam rumah dan memergoki suaminya bersama HR di dalam rumah.

- Periklanan -

“Sudah lama saya curigai, kali ini saya berani gerebek karena melihat suami saya jalan bersama wanita lain, dan wanita itu teman sekantornya di Dinas Pariwisata Donggala,”katanya.

BE mengakui kalau suaminya RD merupakan PNS yang memiliki jabatan di Pariwisata Kabupaten Donggala. Sementara HR, yang diduga selingkuhannya juga memiliki jabatan di dinas yang sama.

Usai dipergoki istrinya, RD dan HR dibawa ke pos ronda untuk dimintai keterangan. RD mengakui kesalahannya karena berada di dalam rumah yang bukan istri sahnya.

Setelah itu, keduanya pun dibawa kerumah lurah setempat untuk dibuatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Atas perbuatanya, dewan adat Kabonena memberikan sanksi adat atau givu kepada pasangan yang diduga berselingkuh dengan dua ekor kambing.

“Iya benar, ada warga yang diduga selingkuh. Keduanya kami buatkan pernyataan dan sanksi adat, perbuatan keduanya dianggap meresahkan masyarakat setempat. Diharapkan, kasus seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Jika kedapatan akan diberi sanksi tegas, akan diusir dari wilayah tempat tinggal,” kata Lurah Kabonena, Yasir. (who)

- Periklanan -

1 Komen
  1. Nn Komentar Pengunjung

    Berani berbuat berani bertanggung jawab

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.