Selfie di Rel KA, 5 Siswi SD Tewas Digilas

- Periklanan -

Jenazah salah satu siswi yang dilibas kereta sat berselfie. (Foto: jpnn.com)

CIREBON – Kecelakaan tragis dialami lima siswi SDN 1 Karangasem, Kecamatan Karangsembung, Cirebon, Minggu (26/20) siang.  Dua anak meninggal dunia dan satu anak lainnya mengalami patah tulang setelah sebuah kereta barang menabrak bocah-bocah yang sedang bermain di sekitar rel KA.

Data yang berhasil dihimpun Radar Cirebon (Jawa Pos Group), saat itu kelima korban sedang bermain di sekitaran Rel KA di KM 239+3 antara Stasiun Sindaglaut –Ciledug. Saking asyiknya bermain sambil berswafoto, kelima korban diduga tidak mengetahui saat ada kereta barang KA BH 881 yang datang dari arah Arjawinangun menuju Solo.

Petaka pun tak terhindarkan, dua bocah yang berada paling dekat dengan rel KA tewas dengan kondisi mengenaskan.  Satu ditemukan dengan tubuh mengenaskan di samping rel KA , satu lainnya tertabrak hingga terlempar ke saluran irigasi dan baru ditemukan 1,5 Km dari TKP.

- Periklanan -

Dua rekan korban lainnya selamat karena berada agak jauh dengan korban dan hanya mengalami trauma karena melihat teman-temannya tewas tertabrak kereta. Kedua bocah tewas tersebut yakni Lilik (12), gadis cilik ini yang terlempar ke saluran irigasi dan baru ditemukan setelah dilakukan pencarian.

Korban selanjutnya Dede (12) juga ditemukan dalam kondisi tewas di samping rel KA. Sementara Alia (13) mengalami luka patah tulang di bagian tangan kiri, akibat terhembus angin KA. Korban pada awal kejadian dibawa ke RSUD Waled namun diambil oleh keluarga ke pengobatan alternatif patah tulang.

Kepala Humas PT KAI Daop III Cirebon, Krisbiyantoro saat dihubungi Radar Cirebon membenarkan peristwia tersebut. Dijelaskan, setelah ada informasi dari masinis kereta barang, jajaran PAM KAI langsung mendatangi TKP.  “Saat itu satu korban jatuh ke saluran irigasi dan sempat dilakukan pencarian hingga ditemukan 1,5 Km dari TKP, 2 anak meninggal dunia dan satu luka, dua lainnya tidak mengalami luka,” ujarnya.

Dikatakannya, pra korban meninggal kemudian dilarikan ke kamar mayat RSUD Gunung Jati. Ia mengimbau agar masyarakat termasuk anak-anak selalu waspada dan berhati-hati saat berada di sekitar rel kereta api untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.  “Untuk keluarga korban kami mengucapkan belasungkawa, dan untuk masyarakat lainnya agar selalu berhati-hati saat berada di sekitar rel kereta api,” imbuhnya. (dri)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.