Selama 2016, Istri Paling Banyak Ajukan Cerai

- Periklanan -

ilustrasi: Wahyu Kokkang/Jawa Pos

PALU – Tingkat perceraian di Kota Palu, Sulawesi Tengah, setiap tahun terus mengalami peningkatan. Pemicunya adalah akibat perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus antara suami dan si istri.

Kantor Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Palu mencatat, dari 1.153 perkara yang masuk di tahun 2016, ada 825 perkara perceraian. Tingkat pengajuan cerai gugat atau yang diajukan pihak istri masih mendominasi. Yaitu sebanyak 593 perkara. Sementara cerai talak atau yang dimohonkan pihak suami, hanya sebanyak 232 perkara.

Panitera Muda Permohonan Kantor PA Kelas I A Palu, Moh Rizal SHI MH mengatakan, dari 593 perkara cerai gugat yang dimohonkan oleh para istri, sudah 491 berhasil diputus hakim. Sedangkan 232 cerai talak yang dimohonkan suami, sudah 193 berhasil diputus.

Lanjut Moh Rizal, jika dibandingkan tahun 2015, angka perceraian tahun 2016 lebih tinggi. Buktinya, jumlah kasus cerai talak pada 2015 hanya 192 perkara. Yang berhasil diputus sebanyak 189 perkara. Sedangkan cerai gugat pada 2015 sebanyak 547 perkara, yang berhasil diputus 548 perkara.

- Periklanan -

“Banyak istri yang sakit hati, sehingga memilih mengajukan cerai ke PA. Akibatnya kasus cerai gugat masih mendominasi,” kata Moh Rizal, Jumat (6/1) di kantornya.

Dengan total 1.153 perkara yang terdaftar pada tahun 2016, masih ada 112 perkara yang menjadi sisa dan nanti diputus pada 2017 ini. Dari 112 perkara itu, 111 perkaranya di antaranya adalah perceraian, sedangkan 1 perkara adalah itsbat nikah.

“Perkara perceraian di tahun 2016, ada 18 yang berhasil mediasi, baik yang dilakukan oleh hakim maupun mediator. 18 Pasangan itu rukun kembali dan bersedia saling memaafkan kesalahan masing-masing,” ungkapnya.

Para istri yang meminta cerai, datang dari berbagai latar belakang pekerjaan. Ada yang Aparatur Sipil Negara (ASN), ada juga yang karyawan swasta serta ibu rumah tangga. Akan tetapi, yang mendominasi mengajukan cerai masih yakni ibu rumah tangga atau IRT.

Untuk penyebab perceraian, kata Moh Rizal, ada lima penyebab tertinggi. Pertama; karena adanya perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus antara suami dan istri. Kedua; karena faktor tidak ada keharmonisan, ketiga; kekejaman jasmani atau KDRT, keempat; meninggalkan salah satu pihak dan yang kelima; karena gangguan pihak ketiga.

Sedangkan akibat zina, judi, dihukum penjara, dan cacat badan masing-masing mewakili 1 faktor. “Untuk cacat badan ini, karena salah satu pihak tidak bisa memberikan nafkah batin,” sebut Moh Rizal. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.