Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sekolah Secara Tatap Muka Sudah Perlu Dipikirkan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr H M Hidayat Lamakarate MSi menjadi pembicara pada bincang pendidikan yang dilaksanakan pengurus Perempuan PGRI Provinsi Sulteng, di RRI Palu, kemarin (13/8). Dalam bincang bersama Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini, Ketua Perempuan PGRI Sulteng, Nurhayati Nadra, serta Kepala Bidang GTK Dikbud Sulteng, Asrul Achmad itu, Sekprov mengungkapkan bahwa mekanisme pembelajaran secara tatap muka seperti sebelumnya, sudah perlu untuk dibahas. Saat ini kata dia, seluruh aktivitas sudah dibuka. Kantor, perusahaan, transportasi, pasar dan lain-lain di era New Normal ini seluruhnya telah dibuka.

“Sehingga kalau pun kita memulai untuk menerapkan anak sekolah belajar masuk di sekolah, maka tentu kita betul-betul memastikan protokol kesehatan itu diterapkan,” ujarnya.

Sesuai dengan penyampaian Gubernur Sulteng, kata Hidayat, jika sudah ada intruksi dari pemerintah pusat bahwa daerah zona hijau dan kuning dapat melakukan sekolah secara tatap muka, maka perlu untuk dikaji. Asalkan ditekankan Hidayat, tetap mengutamakan kesehatan peserta didik, guru dan masyarakat pendidikan lainnya.

“Jangan sampai sekolah jadi kluster baru,” jelasnya.

Saat ini kata Hidayat, sesuai anjuran pemerintah pusat, daerah zona hijau sebenarnya sudah bisa untuk dilakukan pembelajaran tatap muka. Dia juga menyampaikan di era New Normal saat ini, berbagai aktivitas sudah bisa untuk dilaksanakan. Misalnya kegiatan jual beli di pasar. Pernikahan. Aktivitas kerja di perusahaan.

“Alhamdulillah sekarang kita tidak mendengar lagi perkembangan soal Covid-19. Tapi terkait jaminan soal anak-anak harus tetap sehat yah itu, harus segera kita bisa menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi saat ini,” tandasnya.
Hidayat juga menyampaikan apresiasinya kepada para guru seSulawesi Tengah yang selama ini benar-benar bekerja agar anak-anak di Sulteng tetap bisa belajar dengan kondisi yang terbatas. Dia bahkan beberapa kali meninjau untuk melihat langsung bagaimana proses pembelajaran online yang selama ini dilakukan para guru.

“Guru-guru kita juga sangat cepat bisa memahami pola belajar yang baru ini. Dan mereka betul-betul saya lihat, serius. Saya mengunjungi beberapa sekolah. Mereka serius bertanggung jawab saat tidak bisa bertatap muka langsung dengan siswanya, mereka berupaya bagaimana agar pesan itu bisa sampai. Apakah mengirim video, modul, agar anak-anak itu dia pastikan agar bisa mendapatkan pelajaran,” demikian kata Hidayat Lamakarate. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.