Sekolah Dilarang Menjual Seragam

- Periklanan -

Ilustrasi (foto: jpnn.com)

PALU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu mewanti-wanti jangan sampai ada satuan pendidikan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri se-Kota Palu, yang menjual seragam ataupun atribut sekolah kepada siswa.

Terkait pembelian seragam sekolah, alat tuli-menulis hingga keperluan sekolah lainnya, Disdik Kota Palu menyerahkan sepenuhnya kepada pihak di luar sekolah. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan pendidikan yang transparan dan akuntabel di satuan pendidikan yang ada di Kota Palu.

- Periklanan -

“Tidak boleh lagi ada sekolah yang jualan. Jika ada yang tetap jualan, Kepseknya yang akan disanksi,” tegas Kepala Disdik Kota Palu, Ansyar Sutiadi kepada Radar Sulteng, kemarin (27/7).

Dari pengalaman, menurut Ansyar, jika keperluan sekolah tersebut diserahkan ke pihak sekolah yang menjualnya, ada persepsi harganya lebih mahal dan terkesan memaksa. Dengan pemberlakuan seluruh kebutuhan sekolah siswa yang berhak membelinya, menghindarkan sekolah dari persepsi-persepsi negatif selama ini.

Aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Disdik Kota Palu nomor 090/2447/DISPEND tentang Pengadaan Pakaian Seragam Merah Putih, Batik, dan Pakaian Olahraga, Atribut Sekolah (Badge dan Tanda Lokasi) dan Perlengkapan Alat Tulis Sekolah tahun 2017, dijelaskan bahwa tidak dibenarkan pihak sekolah melakukan aktivitas jual beli hal-hal yang disebutkan tersebut. Terkait pakaian olahraga dan batik yang mesti seragam, pihak sekolah cukup menentukan motifnya dan menyerahkan pihak luar yang menyediakannya.

“Sekolah harus fokus proses belajar mengajar,” tutupnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.