Sekolah Diingatkan Agar Tidak Potong Dana PIP

- Periklanan -

PARIMO-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong menekankan kepada pihak sekolah untuk tidak melakukan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Apabila ditemukan pihak dinas bakal menindaklanjutinya dengan pemanggilan.
“Jika ditemukan atau terdapat laporan dari pihak wali murid terjadi pungutan oleh pihak sekolah saya tidak segan-segan akan memanggil pihak sekolah,” kata Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dadar (SD), Abl Sahid N Badja.
Menurut Sahid, sesuai dengan aturan pencairan dana PIP kepada siswa melalui pihak perbankkan dengan proses yang disesuaikan dengan data pokok pendidikan (Dapodik) sekolah maka anggaran tersebut harus dipastikan kebenarannya telah sampai ketangan penerima tanpa ada potongan-potongan dari pihak sekolah.
Memang secara aturan pencairan anggaran PIP berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui usulan sekolah, dengan syarat-syarat pengusulan yang disingkronisasikan dengan data Kementerian Sosial (Kemensos).
“Siswa penerima PIP harus memiliki kartu PKH, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan anak yatim maupun piatu,”jelasnya.
Sehingga setiap penerimaan siswa baru oleh pihak sekolah, harus menyertakan bukti data yang menyatakan bahwa siswa tersebut benar berasal dari keluarga tidak mampu. Begitupun siswa yatim dan piatu atau kedua-duanya harus didaftar kedalam sistem Dapidik sekolah. Sehingga, secara otomatis siswa terkait akan terdaftar sebagai penerima bantuan PIP.
Dari data tersebut Kementerian akan menginput melalui sistim aplikasi PIP. Sistem ini memang dikhususkan untuk data siswa penerima manfaat yang kemudian dalam bentuk SK dimasukan melalui Dapodik.
Setelah SK penerima PIP sudah berada dalam aplikasi Dapodik selanjutnya oleh sekolah dicetak dan dilaporkan kepada pihak Bank BRI untuk dilakukan pencairan.
Dalam penerimaan dananya tidak boleh diwakili, kecuali siswa yang belum dewasa atau usia SD dapat diwakili oleh orang tua.
Dalam pencairan sekolah memberikan rekomendasi bahwa benar siswa tersebut bersekolah disana. Dinas hanya melihat jumlah penerima dan jumlah yang sudah dicairkan. Pihaknya menambahkan anggaran PIP tersebut telah siap untuk dicairkan. Sehingga jika ada sekolah yang tidak mau mencairkan orang tua siswa dipersilakan melaporkan kepada dinas. (iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.