Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sekkab Parimo Akhirnya Dijebloskan Ke Rutan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ekka Pontoh

PARIMO – Sekkab Parimo, Ekka Pontoh akhirnya dijebloskan ke cabang Rumah Tahanan (Rutan) Palu di Olaya, Selasa (22/3).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Parimo, Jurist P Sitepu, SH yang dikonfirmasi mengungkapkan, proses eksekusi terhadap Ekka, dilakukan sekitar pukul 07.30 Wita.

“Dia (Ekka) sudah dieksekusi. Hari ini kita lakukan penegakan hukum,”ujarnya.

Menurut Jurist, sebelum dilakukan eksekusi,  pihaknya mengirimkan surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan. Terhitung, surat  dilayangkan tiga hari sebelum eksekusi dilakukan.

Ia mengungkapkan bahwa Ekka Pontoh datang langsung di kejaksaan sebagai masyarakat yang sadar hukum.

“Secara sadar dia taat hukum datangi kantor. Setelah itu kami lakukan proses administrasi eksekusi,”ungkapnya.

Sesuai dengan petikan putusan kasasi yang diterima pihak kejaksaan, Ekka divonis enam tahun untuk pidana badan, kemudian pidana denda Rp200 juta.

“Jika tidak dibayar akan diganti dengan enam bulan kurungan,”jelasnya.

Ditanya apakah ada proses selanjutnya yang akan dilakukan oleh pihak kejaksaan terhadap kasus Ekka Pontoh ? Menurutnya, kalau untuk kepastian hukum atas penuntasan perkara, batasnya adalah eksekusi.

Seperti diketahui, lambannya proses eksekusi yang dilakukan oleh Kejari Parimo menuai banyak sorotan.

Kurang lebih kurun waktu tiga bulan Kejari tidak kunjung mengeksekusi Sekkab Parimo Ekka Pontoh. Padahal diketahui putusan tersebut dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Palu pada tanggal 19 Desember 2016.

Jusirt terkesan takut mengeksekusi orang kesayangan Bupati Parimo tersebut. Padahal aturan dalam KUHAP jelas menegaskan, setelah ada pemberitahuan putusan dari PN, maka Kejari Parimo harus menjemput salinan putusan MA.

Bahkan muncul dugaan bahwa pihak kejaksaan saat ini di tengarai bermain mata dengan terpidana Ekka. Sebab terlalu lama mengulur waktu.

Akan tetapi Jurist membatah adanya dugaan tersebut. Pihaknya mengaku tetap melakukan penegakan hukum. (Iwn)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.