Sekdaprov Luncurkan Padat Karya untuk 634 KK

- Periklanan -

HAROLD/HUMAS PEMPROV
SULTENG BANGKIT: Sekdaprv HM Hidayat Lamakarate bersama pengurus WVI Sulteng dan para pengungsi penerima bantuan padat karya nontunai, di wilayah Kecamatan Palu, kemarin (7/12). Foto lain Sekdaprov menyerahkan secara simbolis peralatan kerja kepada perwakilan warga

PALU- Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Tengah HM Hidayat Lamakarate meluncurkan program padat karya yang digulirkan Wahana Visi Indonesia (WVI) buat 634 KK yang tersebar di 9 RW di Kelurahan Taipa, Mamboro, dan Mamboro Barat, kemarin (7/12).

Sekdaprov mengatakan pendekatan psikososial berupa program bantuan nontunai padat karya kepada sejumlah kepala keluarga (KK) di Kecamatan Palu Utara diharap ampuh pulihkan semangat warga yang sebagian besar hilang usaha ekonominya akibat bencana alam 28 September yang lalu.

“Tidak bisa langsung diberi (uangnya) tapi lewat padat karya, Saya pikir lebih layak,” kata Sekretaris Provinsi Moh. Hidayat, kemarin.

Melalui program padar karya itu setidaknya akan membantu keuangan keluarga. Peserta padat karya dipatok insentif per hari sebesar Rp80.000. Proses kerja dimulai tanggal 7 sampai 13 Desember atau selama 7 hari kerja dengan sasaran membersihkan drainase, lingkungan tempat tinggal dan fasilitas publik.

- Periklanan -

Selama program berjalan, warga juga didaftarkan sebagai peserta asuransi BPJS Tenaga Kerja yang turut digandeng Wahana Visi Indonesia sehingga saat bekerja peserta padat karya lebih terproteksi.

Sekdaprov mengharapkan program ini menjadi pionir bagi lembaga-lembaga kemanusiaan lain yang bermitra dalam pemulihan warga korban bencana.“Jika ada program yang akan diluncurkan, tolong tetap koordinasi dengan kami supaya tidak salah sasaran,” katanya.

Selain itu, Sekdaprov juga meminta para kepala RT/RW untuk mendata warganya yang belum tersentuh bantuan sebab tidak tertutup kemungkinan akan datang lembaga lain menyalurkan paket bantuan.

Sementara Zone Manager Sulteng WVI Radika Pinto mengatakan, program bantuan nontunai padat karya Wahana Visi berfokus pada pemulihan ekonomi keluarga yang dianggapnya paling rentan. Di samping sifat kepesertaan program yang inklusif atau merangkul semua kalangan tanpa membeda-bedakan yang menjadikan program jauh bernilai tambah.

“Kami melibatkan laki-laki, perempuan tanpa melihat suku dan agama,” jelasnya.
Dibukanya program ditandai simbolis lewat penyerahan paket alat-alat kebersihan dan tanda peserta BPJS tenaga kerja ke perwakilan warga. (awl/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.